ATAMBUA, The East Indonesia – Lucianus Lokorain resmi terpilih menjadi ketua umum Perisai Diri (PD) Belu untuk periode 2021-2025.
Lucianus terpilih oleh forum secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-3 yang digelar Keluarga Silat Nasional Perisai Diri (Kelatnas PD) Kabupaten Belu, Sabtu (21/08/2021).
Lusi begitu akrab disapa dipilih oleh 24 unit ranting dari Kabupaten Belu dan Malaka menggantikan ketua sebelumnya periode 2017-2021, Frederikus Mau.
Atas amanah ini Lucianus Lokorain (52) saat dikonfirmasi awak media ini, Minggu (22/08/2021) menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan kepada semua pihak dari keluarga PD Belu-Malaka, KONI Belu dan Pemda Belu.
“Pertama, saya berterimakasih atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Terimakasih atas dukungan dari semua pihak hingga amanah ini saya terima,” pungkas pesilat PD yang saat ini bersabuk merah.
Dalam masa kepemimpinannya nanti, pria yang mengikuti latihan Perisai Diri sejak tahun 1983 ini bertekad untuk mendirikan padepokan PD di kabupaten Belu.
“Salah satu fokus kepengurusan ini, kita akan mendirikan padepokan Perisai Diri karena kita adalah organisasi tertua yang berdiri disini,” ujar Lusi.
Terhadap para anggota Perisai Diri Belu, Lucianus meminta untuk terus bersemangat berlatih untuk melestarikan Perisai Diri sebagai Budaya asli Bangsa Indonesia.
“Sebagai kepengurusan yang baru kita pastinya kita akan berusaha berbuat yang lebih dari kemarin. Yang baik akan kami lanjutkan, yang belum kami upayakan dan yang belum maksimal akan kami optimalkan,” pintanya.
Lucianus Lokorain juga mengharapkan agar dalam pelaksanaan program nanti dapat mendapatkan dukungan KONI dan Pemda Belu.
“Dengan kerjasama dari berbagai pihak, saya yakin PD dapat menyumbangkan atlit silat berprestasi yang lebih banyak lagu untuk mengharumkan nama Kabupaten Belu di setiap even,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Belu, Benedictus Manek menyampaikan ucapan profisiat kepada Lucianus Lokorain yang telah mendapatkan amanah menjadi ketua umum Perisai Diri.
Diharapkan agar pada kepengurusan yang baru nantinya akan membawa Perisai Diri Belu lebih berjaya lagi.
“Profisiat kepada pak Lusi. Selamat menjalankan amanah yang diberikan dan bisa membawa PD semakin baik lagi,” pinta Benny Manek.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Belu, Benedictus Manek meminta dalam musyawarah cabang ke-3 Keluarga Silat Nasional Perisai Diri (Kelatnas PD) Kabupaten Belu harus dilihat sebagai suatu amanah dari organisasi yang dicintai dan bukannya musyawarah dipandang sebagai suatu kompetisi atau perlombaan untuk mendapatkan jabatan.
Hal ini diungkapkan dalam Muscab III Kelatnas Kabupaten Belu yang digelar di Aula Hotel Matahari Atambua, Sabtu (21/08/2021).
Muscab ke III ini dengan tema, Melalui Musyawarah Cabang Keluarga Silat Nasional Perisai Diri Belu Kita Pupuk Semangat Keanggotaan dan Membentuk Karakter Yang Berbudi Luhur Serta Melestarikan Pencak Silat Perisai Diri Sebagai Budaya Asli Bangsa Indonesia.
Dalam muscab tersebut selain melakukan pemilihan Ketua Umum PD Belu periode 2021-2025, dilakukan juga beberapa agenda strategis lainnya.
Untuk diketahui, dibuka oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Belu, Yohanes Jefri Nahak dan dihadiri juga Ketua IPSI Belu, Benedictus Manek dan Pembina PD, Alfons Lau beserta pengurus Perisai Diri Belu dan Malaka.
“Musyawarah ini kita pandang sebagai suatu demokrasi yang ada di organisasi ini, janganlah kita melihat ini sebagai suatu kompetisi atau perlombaan untuk mendapatkan jabatan, tapi kita lihat ini sebagai suatu amanah dari organisasi yang kita cintai ini untuk ketua terpilih nanti adalah mengembangkan dan melestarikan apa yang menjadi ajaran dari pendiri kita Bapak Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo,” pungkas Ketua IPSI Belu yang juga adalah seorang pesilat PD.
Benny yang sudah 27 tahun berlatih diri di silat PD menjelaskan bahwa latihan di Perisai Diri bertujuan membina karakter dan membentuk budi luhur.
Dirinya juga mengingatkan semua peserta bahwa PD lahir dari dunia pendidikan sehingga tidak boleh melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran dan nilai-nilai dalam masyarakat.
“Artinya orang-orang PD harus mempunyai pikiran, tindakan dan aklhak yang baik karena PD hadir membentuk karakter untuk berbudi luhur. PD mengajarkan banyak hal, bukan saja teknik silat tetapi bagaimana kita bersosialisasi dengan masyarakat,” ungkap beny yang juga Ketua Komisi I DPRD Belu ini.
Ketua IPSI Belu juga mengapresiasi dan mengatakan bahwa perkembangan silat PD di Kabupaten Belu cukup baik dan dari tahun ke tahun selalu berprestasi dalam setiap event.
PD Belu memiliki banyak atlet potensial dan pihaknya selalu mengirim untuk mengikuti kejuaraan nasional baik itu Pra PON maupun PON.
“Ini menjadi amunisi dan modal bagi IPSI Belu untuk berpartisipasi dalam setiap event di level Propinsi dan Nasional,” ungkap Benny yang juga Ketua Komisi I DPRD Belu ini.
Sementara itu Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Belu, Yohanes Jefry Nahak dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengatakan Muscab yang digelar hari ini adalah momentum untuk mengevaluasi program dan kinerja kepemimpinan periode sebelumnya dan menentukan pemimpin PD Belu untuk periode selanjutnya.
Epy Nahak begitu akrab dikenal berpesan agar menghindari adanya blok-blok dalam Muscab ini demi kepentingan kemajuan organisasi PD Belu ke depan.
“Pesan saya di Muscab ini yang menjadi penting adalah hindari blok, pilih yang baik untuk menahkodai PD. Pemimpin yang bisa membangkitkan organisasi kedepan,” pesan Ketua KONI Belu.
Epy yang juga Wakil Ketua DPRD Belu ini mengapresiasi prestasi perguruan silat PD sebagai salah satu silat tertua di Indonesia dan khusus di Belu PD selalu berkontribusi dengan meraih juara dalam setiap event.
“PD banyak meraih prestasi walaupun banyak silat. Luar biasa, mari kita tetap jaga dan tunjukan prestasi. PON tahun ini di Papua ada atlit silat dari PD Belu yang ikut berpartisipasi, ini prestasi yang luar biasa,” katanya.
Pihaknya sebagai KONI Belu tambah Epy akan berupaya mendukung pengembangan semua perguruan silat dibawah IPSI Kabupaten Belu agar baik secara organisasi maupun anggotanya untuk tetap eksis meraih prestasi sebagai kontribusi membangun Kabupaten Belu.
Untuk diketahui juga Ketua Panitia Muscab III PD Belu, Jhoni Bere dalam laporannya menyebutkan bahwa Muscab PD ini berdasarkan AD/ART PD dan program kerja PD. Pesertanya adalah para pelatih dari 24 unit ranting yang ada di Belu dan Malaka. Adapun tujuan kegiatan ini sebanyak 3 point.
“Tujuan dan sasaran kegiatan, satu, Menilai dan mengevaluasi kinerja kepengurusan periode 2017-2021. Dua, Menyusun program kerja PD periode 2021-2025. Tiga, memilih ketua umum periode 2021-2025,” Papar Jhoni.
Ketua Umum PD Periode 2017-2021, Frederikus Mau dalam sambutannya mengatakan bahwa silat PD di Belu diterima baik masyakat Belu.
Selama kepemimpinannya kata Edy begitu akrabnya disapa, PD Belu juga selalu berprestasi di setiap even baik lokal, level propinsi maupun nasional.
“Melalui program kerja yang kita laksanakan, PD Belu mendapat simpati dan empati Masyarakat, sehingga PD Belu yang awalnya 10 berkembang menjadi 24 unit ranting yang ada di kabupaten Belu dan Malaka. kejuaraan unit ranting sedaratan Timo, PD belu juara umum I dan seleksi atlit Silat, PD Belu mengirimkan 1 atlit hingga Pra PON,” Ujar Frederikus.
Ditambahkan bahwa PD Belu selalu menjadi juara satu umum di pertandingan antar perguruan Silat di Belu. Juga program kunjungan pelatih ke unit ranting menurut Frederikus mendapatkan simpati masyarakat dan antusias yang berdampak pada minat masuk PD sehingga jumlah anggota hingga kini terus bertambah.
Penulis|Rony|Editor|Christovao


