ATAMBUA, The East Indonesia – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Belu, Dra. Freny Indriani Yanuarika dan Rinawati BR Perangin Angin, SE.,MM bersama rombongan melakukan aksi sosial berbagi kasih dengan anak-anak Panti Asuhan, Jumat (20/08/2021).
Kegiatan ini dilaksanakan di panti asuhan Yayasan Mercy Indonesia yang berada di Pondok Mercy Asuulun, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu.
Kunjungan Ketua dan Wakil Ketua TP PKK ini merupakan bentuk kepedulian kepada anak-anak di Panti Asuhan.
Dalam berbagi kasih tersebut, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Belu memberikan bantuan sembako dan peralatan sekolah.
Istri dari Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH FINASIM dan istri Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM pada kesempatan tersebut berbincang langsung untuk mengetahui permasalahan yang ada bagi anak-anak panti asuhan.
Selain itu, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK ingin memotivasi dan mengajak masyarakat yang berkelebihan untuk ikut ambil bagian berbagi kasih kepada mereka yang membutuhkan.
Ketua TP PKK Belu, Ny. Freny Indriani Yanuarika saat ditemui awak media
menyampaikan bahwa ini merupakan kegiatan sosial dari PKK Kabupaten Belu guna memotivasi masyarakat di Belu untuk berperan aktif peduli kasih kepada anak-anak yang kurang beruntung.
“Bersyukur karena Tuhan memberikan kita lebih. Kegiatan ini untuk memotivasi masyarakat dan kita lainnya yang berkelebihan untuk peduli dan berbagi kasih kepada mereka yang membutuhkan,” terangnya.
Lanjut Bunda Freny, kegiatan ini direncanakan akan menjadi kegiatan rutin PKK yang dilakukan di panti-panti asuhan yang ada di Kabupaten Belu.
“Terdapat begitu banyak panti asuhan yang ada di kabupaten Belu dan itu menjadi prioritas kami kedepannya untuk mengunjungi satu persatu untuk mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan harapan dari pengurus panti maupun anak-anak,” ujarnya.
Masih dalam pantauan media, sebagai Bunda Paud Kabupaten Belu sekaligus seorang Ibu yang begitu mengasihi anak-anak. Ketua dan Wakil Ketua TP PKK tak kuasa menahan haru ketika berinteraksi dan bercengkrama dengan anak-anak sembari memeluk mereka.
“Kami ingin selalu ada buat mereka, dari tatapan matanya mereka membutuhkan kasih dan sayang dari orang tua yang selama ini mereka harapkan. Saya ingin menjadi bunda untuk mereka, saya ingin memeluk dan memberikan semangat untuk mereka agar menjadi orang hebat dan berguna. Ini juga akan saya bawa dalam doa,” ungkap Bunda Freny dengan mata berkaca-kaca.
Bunda Freny dalam kesempatan tersebut juga mensosialisasikan program kesehatan yang dapat diakses secara gratis dengan hanya menunjukan KTP, KK, atau surat Kenal Lahir dan menjelaskan bahwa program ini sudah mulai berjalan dari tanggal 1 Agustus 2021.
Pimpinan Panti Asuhan Pondok Mercy Kabupaten Belu menyampaikan rasa syukur karena ini merupakan moment yang luar biasa bisa dikunjungi Pemerintah.
“Syukur dan terima kasih karena ini moment yang luar biasa bisa dapat dikunjungi Bunda Freny. Harapan kami kedepannya ini sebagai suatu acuan untuk pemerintahn memperhatikan panti-panti asuhan dan anak-anak yang perlu di bantu khususnya di Kabupaten Belu ini,” ungkapnya.
Pimpinan panti Asuhan Pondok Mercy Kabupaten Belu itu juga mengutarakan kendala yang dihadapi yaitu menurunnya donatur ditengah pandemi COVID-19 dan salah satu kendala lainnya yaitu kebutuhan akan air bersih yang selama ini pemenuhan kebutuhan dengan memesan mobil tangki.
“Saat ini PDAM belum masuk kesini sehingga untuk masak dan minun kita memesan tangki yang dalam sebulan kurang lebih dibutuhkan 6 tangki air dengan kapasitas 5000 liter. Sedangkan untuk cuci, mandi dan lainnya kita lakukan di sungai terdekat. Harapan kami semoga kedepan PDAM juga bisa masuk kesini sehingga kebutuhan akan air bersih dapat terpenuhi dan anak-anak pun dapat berakvitas dengan baik,” papar Mega.
Terkait aktivitas anak-anak di panti, selain belajar baik offline maupun online, juga dilatih untuk bercocok tanam sayuran organik dan menanam bunga-bunga.
“Tujuan dari kegiatan ini saat mereka kembali ke masyarakat mereka dapat mandiri dan menghidupi dirinya sendiri,” jelasnya.
Untuk diketahui, Anak-anak pada Panti Asuhan Yayasan Mercy Indonesia Atambua berjumlah 14 orang dengan rincian 8 laki-laki dan 6 perempuan dengan tingkatan pendidikan dari Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Kejuruan. 14 orang anak ini diasuh oleh sepasang pasutri yaitu Bapak Supandri dan Ibu Omega Poh. Keduanya berasal dari luar Kabupaten Belu.
Yayasan Mercy Indonesia sendiri berdiri di Kabupaten Belu sejak tahun 2003 yang didirikan oleh Pendeta Paulus Wiratno dengan kantor Pusat Yayasan yang berada di Denpasar.
Penulis|Rony|Editor|Christovao


