Monday, April 6, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Teater Sastra Welang, Prestasi di Kala Pandemi

DENPASAR, The East Indonesia – Teater Sastra Welang berhasil memenangkan dua peringkat bergengsi, Juara 1 dan Juara Favorit dalam Ajang Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional yang diadakan RSUP Sanglah Denpasar.

Teater Sastra Welang sendiri membawakan puisi berjudul Monginsidi karya Subagio Sastro Wardoyo diaransemen oleh Dadi Reza Pujiadi, Moch Satrio Welang dan Artha Wibawa. Kelompok yang terdiri dari 7 personil ini menampilkan Nina Krisna ( penyanyi utama), Mang Bulan ( penyanyi pendukung ), Artha Wibawa ( Gitar 1), Ryan Aditya ( Gitar2), Daud Gayus ( Eletrik Gitar), Putu Benlik ( Keyboard) dan D’Ogie ( Drum).

Dr. I Wayan Sudana, M.Kes, Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar menyampaikan kebanggaannya dan ucapan syukur terimakasih atas kesuksesan acara ini, dalam rangkaian semarak hari kemerdekaan 76 Tahun, acara ini pun diikuti peserta tidak hanya dari Bali melainkan dari Indramayu, Semarang dan Tangerang. Apresiasi peserta mencurahkan kreasi dan imajinasi dalam memberi makna sebuah puisi melalui musik. Upaya dalam menghayati semangat para pahlawan merebut kemerdekaan melalui karya seni. Indonesia tangguh, Indonesia Tumbuh

Wayan Jengki Sunarta ( Dewan Juri ) menyampaikan seharusnya para penampil berupaya mempertahankan nuansa puisi, sebagaian peserta lebih menggarap musik dan cenderung melupakan daya sentuh puisi untuk sampai ke penikmatan. Dan banyak grup untuk tampil dan semangaat antusias untuk tampil.

Heri Windi Anggara (Dewan Juri ) menekankan pentingnya kerja tim, melihat potensi yang dimiliki di tiap individu dalam kelompok dalam membangun nuansa puisi.

Dewan Juri Sthiraprana Duarsa (dr. Ary Duarsa) menyatakan secara keseluruhan peserta telah menampilkan upaya yang terbaik. Namun sesungguhnya masih banyak ruang untuk lebih ditingkatkan. Seperti contoh tidak sedikit peserta yang mendahulukan instrumen dibandingkan memahami secara mendalam puisi sebagai bahan dasar musikalisasi puisi. Jadi puisi cenderung dipaksakan masuk ke dalam instrument yang telah dibuat. Ini yang kemudian menyebabkan nuansa puisi menjadi hilang. Dalam kriteria lomba kali ini, penampilan juga kesadaran media rekam baik visual maupun audio.

Berikut daftar pemenang: Juara 1 Teater Sastra Welang ( Denpasar ), Juara 2 Anak Badai Komunitas Kertas Budaya ( Jembrana ), Juara 3 Teater Sawo Kecik – Indramayu) . dan Juara Favorit diraih oleh Teater Sastra Welang ( Denpasar ). Adapun ditentukan juga tiga juara hiburan yakni Juara Hiburan 1 ( Komunitas Sastra Lentera – Semarapura ), Juara Hiburan 2 Teater Kontinental ( Yayasan Pendidikan Dria Raba Denpasar ) dan Juara Hiburan 3 ( Gedibalamoh – Semarang).

Moch Satrio Welang mengucapkan syukur atas berkah ini bahwa kekuatan proses kreatif disaat dunia terpukul pandemi ini menjadi tantangan tersendiri. “Secara kreatifitas kami menolak untuk mati,” ujarnya yang tahun lalu meluncurkan album musikalisasi puisi Teater Sastra Welang berjudul Danumaya.**

Editor|Christovao

Popular Articles