Wednesday, March 25, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

TMMD ke-112, Kodim Belu Akan Buka Akses Jalan Lewat Dusun Terpencil ke Kecamatan Kakuluk Mesak

ATAMBUA, The East Indonesia – Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan segera melaksanakan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke-112 pada Tahun Anggaran 2021 dibawah tema “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”.

Hal ini tak terkecuali, TNI yang berada di Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL juga akan segera melakukan kegiatan TMMD tersebut.

Kegiatan TMMD ke-112 ini direncanakan oleh TNI di Kabupaten Belu akan melakukan 2 kegiatan di Dusun Korba’u, Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu yaitu kegiatan fisik dan non fisik.

Dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Belu, direncanakan kegiatan TMMD ke-112 akan dibuka tanggal 1 September sampai dengan 30 hari kedepannya.

Hal ini diungkapkan Dandim 1605/Belu, Letkol Inf Wiji Untoro saat ditemui awak media The East Indonesia, Kamis (26/08/2021).

Dijelaskan, sasaran kegiatan fisik program TMMD ke-112 diantaranya, pembukaan jalan penghubung Desa Kabuna dan Desa Leosama dengan lebar 4 meter.

Bukan tanpa alasan, selain Korba’u merupakan salah satu dusun terpencil di Kabupaten Belu yang langsung melihat keindahan kota Atambua secara dekat, Korba’u juga memiliki akses jalan yang sangat rusak, tidak dialiri listrik dan kekurangan air bersih dan lain sebagainya.

Korba’u juga merupakan dusun yang memiliki akses jalan terdekat untuk Desa Kabuna menuju ke Kecamatannya yaitu kecamatan Kakuluk Mesak. Sayangnya, akses jalan itu tidak ada karena rusak yang sangat-sangat berat.

Terhitung biasa melewati akses jalan umum, dari Dusun Korba’u maupun Desa Kabuna menuju Kantor Camat Kakuluk Mesak mencapai sekitar 29 kilometer dengan waktu perjalanan hampir sejam lamanya.

“Salah satu giat fisik, kita akan membuka jalan yang menghubungkan dua desa yaitu desa Kabuna dan desa Leosama. Selama inj terjadi, bila masyarakat Desa Kabuna ingin ke kantor Kecamatan maka akan berputar sekitar 29 KM dengan waktu kurang lebih hampir sejam. Tetapi bila akses jalan kita buka di dusun Korba’u maka akan sekitar 4 kiloan saja menuju kantor Desa Kakuluk Mesak,” pungkas Dandim Belu.

Tambah Letkol Wiji Untoro, selain sasaran pembukaan jalan tersebut, juga terdapat sasaran tambahan yakni pembuatan Kapela di Dusun Korba’u dan sumur bor serta perpipaan bagi masyarakat di dusu Korba’u.

Sementara itu, untuk kegiatan non fisik jelas Dandim Belu, pihaknya akan melakukan penyuluhan-penyuluhan dan sosialisasi diantaranya terkait wawasan kebangsaan, terorisme, kesehatan, lingkungan hidup, pertanian, peternakan dan sebagainya.

“Kita berharap kegiatan TMMD nanti akan dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya di dusun tersebut,” pinta Wiji Untoro.

Dandim 1605/Belu juga menjelaskan bahwa TMMD ini bertujuan juga untuk membangun kembali sifat kegotongroyongan masyarakat.

“Jadi bersama instansi lain dan masyarakat kita berkolaborasi untuk membangun. Dengan TMMD kita hidupkan kembali salah satu ciri khas bangsa Indonesia yaitu gotong royong,” urainya.

Ditambahkan bahwa untuk kegiatan TMMD ke-112 nanti akan melibatkan kurang lebih 150 personil dari Kodim 1605/Belu, Batalyon 744/SYB, Kavaleri, Polisi dan Angkatan Laut.

Dalam kegiatan program TMMD ke-112 itu dilakukan juga lomba karya jurnalistik media cetak, elektronik dan online. Karena itu, Dandim Belu berharap partisipasi dari media dalam mendukung pelaksanaan kegiatan melalui karya tulis dan berharap pelaksanaan TMMD berjalan lancar dan sukses.

Untuk diketahui selain memiliki tugas sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara yaitu salah satunya
membantu tugas pemerintahan di daerah yang diwujudkan dalam Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).

TMMD adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

Penulis|Rony|Editor|Christovao

Popular Articles