Monday, January 26, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Wabup Belu Buka Diklat Ketrampilan Kerja Berbasis Unit Kompetensi

ATAMBUA, The East Indonesia – Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM secara resmi membuka pendidikan dan pelatihan (Diklat) keterampilan kerja berbasis unit kompetensi.

Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) menggelar pelatihan menjahit, perbengkelan dan pemangkas rambut (barbershop) bagi 100 peserta dari 5 Kecamatan bertempat di Kantor Camat Atambua Barat, Senin (06/09/2021).

Kegiatan ditengah pandemi covid-19 ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja masyarakat Kabupaten Belu yang siap berkarya.

Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktifitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu, juga membantu para pekerja/masyarakat untuk menambah penghasilan pada masa pandemi covid-19.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Nakertrans, Laurentius Kiik Nahak, SE, M.Si, Camat Atambua Barat, Petrus A. T. Manek, S.IP dan Camat Atambua Selatan, Silvia C. Do Amaral, S.STP.

FOTO : Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM secara resmi membuka pendidikan dan pelatihan (Diklat) keterampilan kerja berbasis unit kompetensi.

Kadis Nakertrans, Laurentius Kiik Nahak saat ditemui media menyampaikan bahwa para peserta merupakan orang-orang yang di PHK.atau mereka yang usahanya tutup akibat covid-19 kemudian direkrut lewat kecamatan.

“Ketika pandemi dari tahun lalu sampai dengan sekarang, ada beberapa usaha kecil terdampak sampai dengan tutup. Suka tidak suka, kita tetap memilih mereka yang kita serahkan pada kecamatan untuk merekrut,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Laurens Nahak ini juga menambahkan bahwa telah dilakukan evaluasi pada program-program pelatihan sehingga dipilih tiga kegiatan ini mengingat kegiatan tersebut tidak menimbulkan ongkos yang besar dan dapat menunjang ekonomi keluarga.

Kadis Nakertrans menjelaskan bahwa lamanya waktu untuk kegiatan pelatihan bervariasi, untuk menjahit 1 bulan, perbengkelan 14 hari, dan barbershop juga sekitar 14 hari.

“Mereka ini yang mendapat pelatihan-pelatihan dasar ketika nanti pandemi selesai Pemda punya kerja sama dengan 5 balai besar di luar NTT. Untuk intermediatenya kita kan mendorong mereka sampai ke luar Provinsi NTT. Kerjasama Pemda itu pada Provinsi Bandung, Jawa Tengah, Bekasi, Tangerang dan Medan,” ujar Laurens Nahak.

Sementara itu, Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM dalam sambutannya menyampaikan agar setelah pelatihan ini diharapkan keterampilan atau skill peserta meningkat serta siap diterjunkan di dunia kerja.

Dikatakan bahwa pemerintah juga akan membantu peralatan bagi para peserta sehingga dapat membuka usahanya secara mandiri dan mendatangkan pendapatan bagi para peserta.

“Nanti, ketika usahanya berjalan baik akan mendatangkan pendapatan dan penghasilan serta menimbulkan gejolak pemberdayaan dan kemampuan daya beli. Ketika daya beli
meningkat, kepuasan meningkat, kesejahteraan juga bertambah,” ungkap Wabup Alo Haleserens.

Dirinya juga menerangkan bahwa pelatihan seperti ini kedepan akan lebih ditingkatkan lagi dengan sebaran bisa mencapai 12 kecamatan, 69 Desa dan 12 Kelurahan.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga berpesan agar kegiatan pelatihan ini dapat diikuti secara baik untuk kemudian dapat memanfaatkan peralatan-peralatan dengan baik serta menyiapkan tempat kerja atau ruang kerja.

“Pesan dari saya gunakan waktu sebaik mungkin, untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pendidikan dan latihan ini dengan baik, kemudian setelah selesai manfaatkan peralatan dengan baik dan siapkan ruang kerja atau tempat kerja,” imbuh Wabup Belu.

Wabup Belu kembali menghimbau para peserta agar selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M guna mencegah penyebaran covid-19.

Penulis|Ronny|Editor|Christovao

Popular Articles