Sunday, February 8, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Diserahkan Desa Lasiolat, Pemda Belu Segera Kelola Spam Wefia

ATAMBUA, The East Indonesia – Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Lasiolat, Senin (25/10/2021).

Kunjungan tersebut dilakukan di lokasi sumber mata air Wefia, Desa Lasiolat, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu.

Pada lokasi tersebut Bupati Belu juga menyaksikan langsung penyerahan SPAM (Sistim Penyediaan Air Minum) Wefia kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Belu.

Penyerahan dilakukan oleh Pemerintah Desa Lasiolat kepada pihak PDAM Kabupaten Belu untuk dikelola lebih profesional.

Penyerahan aset ini dilakukan setelah ada kesepakatan bersama antara pemerintah desa dan elemen masyarakat dengan ditandai dengan penyerahan berita acara kesepakatan bersama pengelolaan SPAM Wefia oleh Kepala Desa Lasiolat, Siprianus Bele, S.Pd kepada PLT Direktur PDAM Belu, Ir. Fridolinus Siribein.

Turut hadir dalam kunjungan kerja Bupati Belu dan penyerahan SPAM Wefia, Asisten I Bupati Belu, Kadis PUPR Belu, Kadis PMD Belu, Kadis Perindag Belu, PLT Kadis Lingkungan Hidup, PLT Kaban Kesbangpol, PLT Kepala BP4D, PLT Direktur PDAM Belu, Kabag Protokol Belu, Camat Lasiolat, Kapolsek Lasiolat, perwakilan Danramil, para Kepala Desa se-kecamatan Lasiolat, Ketua TP PKK Kecamatan Lasiolat, Para Kepala Sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat Kabupaten Belu.

Kepala Desa Lasiolat, Siprianus Bele, S.Pd dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat datang kepada Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM bersama rombongan ke Desa Lasiolat, Kecamatan Lasiolat.

Dirinya pun menjelaskan terkait beberapa keadaan umum Desa Lasiolat baik dari sisi batasan wilayah, jumlah penduduk hingga potensi produksi di Desa Lasiolat.

Terkait dengan SPAM Wefia, Kades Lasiolat melaporkan bahwa SPAM Wefia dikerjakan pada tahun 2019 oleh PK-PAM Provinsi NTT dan kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Lasiolat.

Diterangkan dalam pengelolaan SPAM Wefia terdapat banyak kendala yang dihadapi baik secara manajemen maupun secara teknis sehingga melalui musyawarah desa disepakati untuk bekerjasama dengan lembaga yang lebih professional yaitu PDAM Belu.

Sipri Bele juga menyampaikan bahwa saat ini masyarakat yang memiliki sambungan rumah (SR) atau meteran air sebanyak 167 SR yang terdiri dari Dusun Duamane I sebanyak 71 SR, Dusun Wefia sebanyak 65 SR dan Dusun Duamane lI sebanyak 28 SR.

Secara keseluruhan, sambungan Rumah (SR) yang menggunakan SPAM Wefia sebanyak 136 SR dengan rincian Dusun Duamane I sebanyak 71 SR dan Dusun Wefia sebanyak 65 SR.

Sementara itu, Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kerja keras masyarakat Desa Lasiolat dalam membangun dan merawat SPAM Wefia.

Lanjut Bupati Belu, sumber air yang telah dititipkan Tuhan kepada kita sepatutnya dijaga dan dimanfaatkan secara baik, adil dan merata untuk dinikmati oleh banyak orang.

Lebih lanjut Bupati Belu, dr. Agus Taolin menyampaikan agar SPAM yang terdapat di masing-masing desa dapat dikelola secara mandiri oleh desa melalui BUMDes sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi Desa.

“Saya dengar bahwa SPAM Wefia ini diserahkan kepada PDAM karena biaya operasional yang tinggi. Hal ini harus kita duduk bersama untuk bicarakan sehingga kedepan desa harus mampu kelola, baik itu biaya untuk pengelolaannya maupun hasilnya nanti” ujar Agus Taolin.

dr. Agus Taolin juga menyampaikan bahwa rumah tangga yang sehat salah satunya harus adanya air bersih yang cukup, dan dengan adanya air bersih juga dapat mencegah stunting, selain itu tentu salah satu faktor dengan pemberian makanan tambahan yang bergizi.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Belu juga kembali mengingatkan kepada Camat, Kepala Desa, dan masyarakat petani bahwa saat ini telah memasuki musim tanam I sehingga segera menyiapkan lahan-lahan yang akan dikelola bekerjasama dengan Dinas Pertanian.

Terkait BUMDes, Bupati Belu menyampaikan bahwa kedepannya akan diperhatikan secara serius BUMDes unggulan dengan komoditi asli unggulan desa dengan kualitas terbaik dan berbeda dengan tempat lain.

“Silahkan menciptakan suatu unggulan yang ketika orang mengkonsumsinya ataupun menggunakannya langsung tahu bahwa ini milik Lasiolat” jelas dr. Agus Taolin.

Penulis – Ronny|Editor – Christ

Popular Articles