ATAMBUA, The East Indonesia – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belu serta mitra komisi IX DPR RI melaksanakan sosialisasi penguatan pendataan keluarga dan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Program Bangga Kencana adalah upaya Pemerintah meningkatkan kualitas keluarga di Indonesia, lewat kampanye/penyuluhan perencanaan berkeluarga, seperti rencana punya anak, pendidikan dan sebagainya.
Kegiatan sosialiasi ini dilaksanakan di Kantor Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Jumat sore (29/10/2021).
Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena; Bupati Belu, Agustinus Taolin; Kepala BKKBN Perwakilan NTT, Marianus Mau Kuru; Wakil Ketua DPRD Belu, Yohanes Jefri Nahak; Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Belu, Egidius Nurak, dan unsur Pemerintah Desa dan masyarakat setempat.
Kepala BKKBN NTT, Marianus Mau Kuru, dalam sambutannya mengatakan bahwa cara mewujudkan keluarga yang berkualitas tidak saja dengan program dua anak cukup tetapi termasuk mencarikan solusi untuk menangani kasus stunting atau gizi buruk pada anak-anak guna menciptakan generasi Indonesia yang unggul, berdaya saing dan berkualitas.
“Kita harus menyatakan dengan tegas perang terhadap stunting supaya kedepan itu generasi kita generasi yang hebat, generasi pintar. Saya berharap kita didalam ruangan ini harus menciptakan generasi berikutnya yang berkualitas,” Ujar Marianus.
Karena itu untuk mewujudkan program Bangga Kencana, dirinya mengharapkan kerjasama dari semua pihak dan dimulai dari dalam keluarga.
“Saya minta kepada kita semua, mari bersama-sama untuk membangun supaya lebih maju maka kita harus mulai membangun dari dalam keluarga, kita harus jadikan keluarga sebagai titik sentra pembangunan. Kalau seluruh keluarga pintar, sehat, makan kenyang dan bergizi, hidup sejahtera sehingga kedepan tidak ada lagi generasi kita yang stunting, itulah yang kita harapkan,” Jelas Marianus.
Bupati Belu, Taolin Agustinus, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan mengatakan bahwa program Bangga Kencana tidak saja fokus pada kualitas anak tetapi juga pada pasangan baru dan pemeliharaan anak pasca melahirkan.
”Kita harapkan bukan saja keluarga berencana tetapi juga kualitas dari dua anak juga harus baik, kualitas anak itu baik mulai dari kualitas pasangan usia subur, remaja mau menikah sampai melahirkan bahkan pemeliharaan mulai dari seribu hari kehidupan,” jelas Bupati Taolin yang berlatar dokter spesialis penyakit dalam ini.
Terkait angka stunting kata Taolin, perlu adanya tenaga kesehatan yang memenuhi kualifikasi pendidikan yang memadai.
”Perlu meningkatkan dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis Jantung dan lain-lain untuk mengawal kesehatan ibu selama hamil terhadap penyakit-penyakit seperti hipertensi, kencing manis, TBC, kurang darah,” paparnya.
Taolin menyebutkan bahwa angka stunting di Kabupaten Belu masih tinggi yakni 17,9% sehinga perlu diturunkan prosentase ini.
”Kita mau turunkan kalau bisa serendah rendahnya kita sudah bertekad supaya tidak ada stunting baru lagi, kita akan melakukan pendekatan yang baik dengan pihak-pihak terkait untuk bersama mengatasi stunting,” tegas Taolin.
Selain itu tampil sebagai Pemateri, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena, secara lengkap menggambarkan upaya dan program dari komisinya yang membidangi kesehatan dalam hal penganggaran untuk memperkuat pelayanan primer kesehatan diseluruh Indonesia.
Jelasnya, saat ini porsi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan dialokasikan sebesar-besarnya sehingga Puskesmas akan ada lebih banyak alat dan SDM untuk memperkuat kesehatan pelayanan khususnya dalam hal penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Melki juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan aspirasinya. Menjawab keluhan soal keterbatasan melaksanakan kegiatan menekan stunting di desa Kabuna, Melki memastikan akan membantu kader dan PKK dalam waktu dekat.
Penulis – Rony|Editor – Christovao


