SINGARAJA, The East Indonesia – Permintaan Gubernur Bali Wayan Koster terkait pemangkasan masa karantina bagi wisatawan macana negara yang datang ke Bali menjadi satu hari, mendapat dukungan dari Anggota Komisi XI DPR RI I Ketut Kariasa Adnyana. Pemangkasan masa karantina ini agar wisatawan mancanegara bisa lebih dipermudah dalam akses masuk ke pulau Bali, dan juga untuk keberlangsungan pariwisata yang sudah hamper dua tahun mati suri.
Ditemui di Buleleng, Senin (15/11), Kariyasa mengatakan, ia telah menyampaikan usulan gubernur itu kepada pemerintah pusat. Usulan itu pun ungkap Kariasa hingga saat ini masih dipertimbangkan, agar tidak kembali terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Bali. “Usulan sudah kami sampaikan kepada Satgas nasional. Awalnya Gubernur ingin kalau Wisman sudah divaksin dan tes PCRnya sudah negatif, tidak perlu lagi karantina. Lebih ekstrim lagi itu. Pemerintah pusat masih mempertimbangkan, karena dikhawatirkan terjadi lonjakan kasus apabila karantina wisman ini dilonggarkan. Terlebih di Bali kan akan ada event-event nasional dan internasional,” ucapnya.
Sementara terkait petunjuk teknis vaksinasi untuk anak usia 6 hingga 12 tahun, Kariasa juga mengaku telah mendorong Kementerian Kesehatan RI untuk segera mengeluarkannya. “Vaksin untuk anak itu juga sangat efektif untuk pengendalian Covid. Meski tertular Covid, tapi gejalanya tidak sampai parah kecuali punya komorbid,” imbuhnya.
Ditambahkannya bahwa saat ini vaksinasi dosis pertama di Bali sudah mencapai angka 97 persen, dan dosis vaksin kedua sudah mencapai angka diatas 70 persen. Ini artinya sudah memenuhi capaian herd imunnity atau kekebalan komunal bagi masyarakat. “saat ini kita genjot vaksinasi untuk para lansia dan juga masyarakat kaum disabilitas yang masih kurang. Bila perlu mereka dijemput bola dan diberikan bantuan sembako agar target tuntas vaksinasi bagi lansia dan juga kaum disabilitas bisa selesai terlaksana,” pungkasnya.
Penulis – Wismaya|Editor – Christovao


