Thursday, February 12, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Laporan Penyelidik Sebut Rudal Rusia Tembak Jatuh Pesawat MH17

UKRAINA – Para penyelidik jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina Timur pada 2014 menyimpulkan bahwa rudal yang menembak jatuh pesawat adalah milik kelompok pemberontak separatis Rusia.

Pesawat tersebut dihantam rudal buatan Rusia pada 17 Juli 2014 bersama 298 penumpang dan awaknya di wilayah yang dikuasai pemberontak Ukraina. Dua pertiga di antaranya warga Belanda. Sebelas di antaranya warga Indonesia. Seluruhnya tewas.

Wilbert Pauliseen, pejabat Tim Investigasi Gabungan (JIT) berkata, rudal Buk yang ditembakkan milik Brigade Anti-serangan Udara Rusia ke-53.

Brigade tersebut didirikan pada 1967 di Armenia, brigade tersebut sempat dikirim ke Jerman Timur untuk menghadapi Perang Dingin. Pasukan matra darat itu kemudian ditarik dari Jerman Barat pada 1992, dan hingga kini bermarkas di kawasan Kursk.

“Seluruh kendaraan dalam konvoi membawa rudal itu adalah bagian dari pasukan Rusia,” kata Paulissen, dalam konferensi pers yang ditayangkan televisi.

Rusia membantah terlibat dalam insiden itu. Belum ada komentar langsung dari Moskow terkait perkembangan penyelidikan.

Sebelumnya di Oktober 2015, Dewan Keselamatan Belanda mengatakan kalau pesawat Boeing 777 tersebut ditembak dengan sistem pertahanan Buk.

September 2016, JIT juga memperoleh kesimpulan serupa yang membuat Rusia melalui juru bicara Dmitry Peskov mengklarifikasi.

“Kami tidak bisa menerima kesimpulan akhir yang mereka (JIT) katakan. Saya bertaruh mereka belum melihat keseluruhan bukti,” kata Peskov saat itu.

Pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines MH17 sedang menempuh penerbangan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, Pesawat itu pecah di udara setelah dihantam sebuah rudal di atas wilayah Ukraina Timur yang dikuasai pemberontak pro-Rusia.

Pesawat itu ditembak ketika terjadi bentrokan antara pasukan pemerintah Ukraina dengan pemberontak yang mendukung Rusia.

Penyelidikan pun digelar dengan membentuk satuan tugas JIT beranggotakan Belanda, Belgia, Australia, dan Malaysia.

Kremlin berkali-kali mengklaim tidak melakukan tembakan, dan menuduh Ukraina sebagai negara yang harus bertanggung jawab.

Tudingan itu kemudian membuat seorang pilot Angkatan Udara Ukraina, Kapten Vladyslav Voloshyn, bunuh diri pada Maret lalu. Voloshyn menderita depresi setelah dia dituduh sebagai orang yang menembakkan rudal sehingga menghantam pesawat MH17 tersebut. (*)

(sumber : CNN , Kompas Internasional)

 

Popular Articles