Monday, April 6, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dikunjungi Deputi II BNPP, Bupati Belu Minta Perhatikan Juga Kawasan Perkotaan. Ini Alasannya!

ATAMBUA, The East Indonesia – Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM meminta agar selain Pemerintah Pusat memperhatikan Desa-desa di Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste, juga perlu memperhatikan pembangunan di wilayah Perkotaan Atambua sebagai ibukota Kabupaten Belu.

Hal ini diungkapkan Bupati Agustinus dalam acara ramah tamah dan rapat pelaksanakan Inpres No 1 Tahun 2021 tentang percepatan pembangunan kawasan perbatasan bersama Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan (Deputi II) Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), Komjen Pol Paulus Waterpauw bersama rombongan di Rumah Jabatan Bupati Belu, Selasa malam (18/01/2021).

Hadir  dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM; Asdep Potensi Kawasan Perbatasan Darat, Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP Dr. Asnil; Asdep Penataan Ruang Kawasan Perbatasan BNPP Dr. Ir. Suroyo; Kepala Kejaksaan Negeri Atambua, Alfonsius Loe Mau; Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin; Dandim 1605/Belu, Letkol Inf Wiji Untoro; Kapolres Belu, AKBP Yoseph Krisbiyanto; Administrator BNPP PLBN Mota’ain, Engel Klau; WaDanyon RK 744/SBY Kapten Inf D.M. Harahap; Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 743/PSY; serta pimpinan OPD Kabupaten Belu.

“Selain kurang lebih 20 kegiatan sebagai implementasi dari Inpres No 1 Tahun 2021 yang akan dilakukan di Kabupaten Belu, wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Pemerintah Kabupaten Belu juga mencatat beberapa hal bahwa konsep pembangunan yang kami lihat ini, memang minta maaf, kita masukkan, tetapi selama ini kami selalu melihat bahwa pembangunan pusat kawasan strategis Nasional, kita selalu berpikir bahwa pembangunannya di garis batas saja di 7 Kecamatan dan 23 desa,” pungkasnya.

Lanjut Bupati Belu, padahal orang masuk dari Timor Leste, dia datang menuju kota Atambua. Pembangunan di Kota Atambua-nya sendiri dari kegiatan-kegiatan ini, tidak tersentuh. Walaupun kita bisa juga masuk lewat kegiatan-kegiatan lainnya.

Karena itu konsep ini harus dibicarakan di tingkat Nasional yang mana dalam pembangunan pusat kawasan strategis nasional tersebut haruslah dibangun juga Kota Atambua sebagai Ibukota Kabupaten Belu.

“Saya pikir ini juga perlu dibicarakan di tingkat nasional bahwa pembangunan pusat kawasan strategis nasional ini, kotanya kita bangun sehingga kota ini juga berkembang dari semua segi,” tutur dokter Agus Taolin.

Bupati Belu menerangkan bahwa tujuannya agar aktivitas ekonomi di Kota Atambua sendiri akan berkembang secara baik dan tamu yang masuk ke wilayah perkotaan Atambua juga dapat bertahan lama.

“Kami lihat kota kami hampir menjadi penonton saja. Karenanya sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia di Kota Atambua ini kalau bisa kita tingkatkan lagi sehingga bisa menjadi kota yang baik dari Kabupaten yang merupakan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.

Dibawah Kepemimpinan Bupati Belu, dr Agus Taolin dan Wakil Bupati Belu, Alo Haleserens yang juga sudah dibicarakan dengan Gubernur NTT, memiliki angan-angan untuk membangun kawasan ini sebagai daerah ekonomi khusus sehingga nilai tambah ekonomi akan menjadi luar biasa.

Bupati Belu berharap dengan Instruksi Presiden (Inpres) seperti ini kedepannya dapat dikaji dan dikonsep lagi sehingga bisa melihat Kabupaten Belu sebagai gambaran depan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mudah-mudahan beberapa tahun kedepan ini kami bisa mendapatkan rencana proposal yang baik untuk pembangunan kawasan ini sehingga cita-cita menjadikan kawasan ini sebagai pusat kawasan strategis nasional dapat berhasil,” harap Bupati yang juga adalah seorang dokter ahli penyakit dalam tersebut.

Diakhir sambutannya, Bupati Belu kembali menyampaikan selamat datang kepada Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan (Deputi II) Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), Komjen Pol Paulus Waterpauw bersama rombongan.

“Sekali lagi kami sampaikan Selamat datang kepada Pak Deputi II BNPP bersama rombongan di Kabupaten ini dan terima kasih atas kedatangan disini. Mudah-mudahan hal-hal positif yang didapat dari sini bisa segera ditindaklanjuti dan kami pun bisa mendapatkan manfaat lebih bagi masyarakat kami di Kabupaten Belu sebagai pintu gerbang NKRI,” imbuh dokter Agus Taolin.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengelolaan Potens Kawasan Perbatasan (Deputi II) Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), Paulus Waterpauw mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang bisa berada di Kabupaten Belu.

Dirinya pun berterima kasih kepada Bupati Belu yang telah memberikan saran yang baik untuk pembangunan kawasan strategis nasional di Kabupaten Belu.

“Pak Bupati tadi sudah memberikan masukan yang baik, riil dan seadanya. Kehadiran saya dan kami disini untuk belanja masalah. Hal-hal apa saja yang berkaitan dengan kami, bisa kami tindaklanjuti,” pinta Paulus Waterpauw.

Karena itu, dirinya meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Belu bersama dinas-dinas terkait pikiran dan masukkan untuk di-input-kan.

“Nanti sekembalinya kami dari sini, paling tidak ada masukan-masukan yang baik untuk kami koordinasikan dengan pimpinan kami, Bapak Menteri,” kata Paulus Waterpauw.

Selain itu dijelaskan bahwa kehadiran mereka di Kabupaten Belu untuk melihat potensi-potensi lain yang ada di Kabupaten Belu sebagai wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL untuk dibahas ditingkat Pusat.

“Kami akan membawa masukan-masukannya. Kami siap untuk membantu beberapa hal yang menjadi tugas kami dalam melaksanakan Inpres ini,” imbuh Deputi II BNPP.***

Penulis – Ronny|Editor – Chris

Popular Articles