Friday, January 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Selamatkan Puluhan Hektar Lahan Pertanian Warga Belu, Pemerintah Bangun Bronjong di Sepanjang Sungai Baukama Batas Negara RI-RDTL

ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Daerah Kabupaten Belu terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi dalam menangani permasalahan yang ada ditengah masyarakatnya yang berada di garis batas Negara RI-RDTL.

Kali ini, Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pembangunan penahan pengaman sungai Baukama di Desa Bauho, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Pembangunan penahan pengaman sungai Baukama berupa bronjong ini tentunya sangat bermanfaat dimana menyelamatkan sekitar 80-an hektar lahan pertanian masyarakat dan perumahan di sekitaran area tersebut.

Pemerintah membangun bronjong di sepanjang sungai Baukama ini agar dapat membantu mengurangi dampak buruk banjir dan erosi yang terus terjadi akibat aliran sungai yang tinggi.

Kegiatan hibah BNPB rehab/rekon pengaman sungai Baukama ini dilakukan dengan jarak hampir mencapai 1000 meter dengan anggaran sekitar 6 Miliar Rupiah dan telah selesai dikerjakan pada Tahun Anggaran 2022 lalu.

Raimundus Beti (30) salah seorang warga Desa Bauho yang sedang membajak sawah-nya, saat ditemui awak media The East Indonesia, Jumat (24/02/2023) menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah yang telah membangun penahan pengaman sungai Baukama.

SUNGAI – Bronjong sungai Baukama yang melindungi puluhan hektar lahan pertanian masyarakat setempat. Foto : Rony

Dirinya mengaku bahwa sebelum penahan pengaman sungai ini dibangun, lahan mereka yang ada di pinggiran sungai Baukama terus menerus terkikis oleh banjir.

Karena itu, Raimundus yang bersama adiknya, Alexandro Muti (15) sedang membajak mengatakan bahwa bronjong tersebut sangat bermanfaat bagi mereka masyarakat yang ada disana.

“Sebelum ada bronjong ini, tiap kali banjir, tanah di sekitar sini selalu terkikis oleh banjir. Lahan disini ada sekitar 86 hektar. Karena itu brojong ini sangat bermanfaat. Kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah yang sudah membangun bronjong ini untuk kami,” ujar Raimundus.

Selain itu, salah seorang warga lainnya, Kris Tin (41) yang ditemui awak media The East Indonesia mengaku bahwa dahulu, luas sungai Baukama yang ada di area tersebut hanya beberapa meter saja.

Akan tetapi, berjalannya waktu, saat musim hujan, banjir terus mengikis tanah warga yang menjadi lahan pertanian.

“Kita terima kasih kepada Pemerintah karena sudah membantu buat bronjong ini karena selama ini sungai kami terus terkikis oleh banjir. Ini sangat bermanfaat untuk kami,” pintanya. (Ronny)

Popular Articles