ATAMBUA, The East Indonesia – Usai kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka menekan penyebaran virus Covid-19 dicabut, ribuan umat Katolik di Kota Atambua mengikuti prosesi jalan salib hidup pada hari Jumat Agung tahun 2023 dimana memperingati wafatnya Tuhan Yesus Kristus/ Isa Al-Masih.
Jalan salib hidup ini diperagakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) paroki Santo Agustinus Fatubenao yang berada di Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi NTT wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Jumat (07/04/2023).
Proses jalan salib hidup yang diperagakan oleh OMK St. Agustinus Fatubenao dengan jarak tempuh sekitar 2 KM (Kilo Meter) yang mengelilingi basis di gereja tersebut, dimulai dari SDI Haliulun, kemudian melewati rumah umat dalam basis paroki dan berakhir di Gereja Santo Agustinus Fatubenao.
Pada prosesi jalan salib hidup yang dilakukan oleh OMK Santo Agustinus Fatubenao, pemeran Tuhan Yesus oleh Charles George Asa; pemeran Bunda Maria oleh Natalia Tini Berek; dan pemeran kepala Algojo oleh Hilario Delima.
Prosesi Jalan Salib Hidup ini diikuti dengan tenang dan khidmat oleh ribuan umat Katolik di Kota Atambua dalam mengenang perjalanan Yesus dalam memikul salib sejak dijatuhi hukuman mati hingga kematiannya di bukit Golgata dan dikuburkan.
Dari ibadah ini, diperlihatkan bagaimana Yesus dihina dan diludahi, ditikam dan dicambuk, jatuh dan berlumur darah, melihat Yesus jatuh berulang kali, berdarah dan mati di Kayu Salib.
Perjalanan pengorbanan Yesus yang berat, sakit dan berujung kematian tersebut menjadi cermin dan simbol betapa besarnya kasih Allah atas umat Manusia.
Prosesi jalan salib hidup mengenang kematian Tuhan Yesus 2.000-an tahun yang lalu ini berjalan aman dan lancar.
Untuk diketahui, prosesi jalan salib hidup di Paroki Santo Agustinus Fatubenao terakhir kali digelar pada tahun 2019 lalu yang kemudian terhenti karena adanya pandemi Covid-19. (Ronny)


