SINGARAJA, The East Indonesia – Ribut – ribut wisatawan asal Rusia dan Ukraina di Bali membuat Pemkab Buleleng akhirnya juga menelusuri keberadaan wisatawan dua negara ini yang berkunjung atau menetap di Kabupaten paling utama Bali ini.
Pemkab Buleleng melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng kemudian melakukan pendataan turis asing khususnya yang berasal dari Negara Ukraina dan Rusia demi menjaga situasi yang kondusif di Kabupaten Buleleng.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara ketika dikonfirmasi pada Sabtu, (22/4) menerangkan bahwa setelah melakukan pendataan, sampai saat ini turis dari 2 negara tersebut tidak ada yang bermukim, namun mereka hanya berwisata saja dengan durasi 3-7 hari dengan menginap di homestay dan hotel low price.
“Turis asing yang berasal dari Rusia dan Ukraina ini statusnya hanya berwisata di Buleleng dalam rentang waktu yang cukup singkat dan kembali lagi ke Bali Selatan,”terangnya.
Lebih lanjut, Kadis Dody menyampaikan jika pihaknya sudah mengkomunikasikan dengan pramuwisata yang melayani tamu asing dan hasilnya dari tamu sendiri sudah melakukan pembayaran yang sewajarnya dan tidak terdapat pelanggaran selama mereka tinggal di Buleleng.
Diakhir, dirinya mengajak masyarakat Buleleng agar ikut berpartisipasi untuk mengamati setiap kegiatan dari turis yang di rasa menyalahi aturan dan norma yang berlaku sesuai adat di Buleleng agar dapat menciptakan situasi yang kondusif sehingga dapat meningkatkan kunjungan dari wisatawan baik itu mancanagera ataupun domestik.
“Bagi masyarakat umum atau pelaku pariwisata jika melihat perilaku turis yang tidak sesuai dengan peraturan agar melapor ke Polisi Pariwisata (Polpar) atau Dispar sendiri sehingga kita dapat segera dilaksanakan pemetaan,”tutupnya.***wismaya


