ATAMBUA, The East Indonesia – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu menggelar kegiatan pentas seni budaya lokal yang dimana memperlombakan Likurai Kreasi, Tebe Traditional dan Musikalisasi Puisi Tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Belu.
Kegiatan perlombaan yang langsung oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM ini diselenggarakan di Halaman Mall Perizinan Atambua, Kecamatan Kota Atambua, Kamis sore (27/04/2023).
Hadir juga dalam pembukaan kegiatan tersebut, Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens; Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak; Wakil Ketua TP PKK Belu, Rinawati Haleserens; Ketua Dharmawanita Belu, Yosefina Leny Marlina Katho; para Pimpinan BUMN/BUMD, para pimpinan OPD, para camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, siswa-siswi dan masyarakat setempat.
Kegiatan perlombaan pentas seni budaya lokal ini berlangsung dari hari Kamis sampai Sabtu tanggal 29 April 2022.
Kegiatan yang memiliki sumber anggaran dari APBD Belu ini, setiap kecamatan mengikutsertakan 1 SD dan 1 SMP sehingga terdapat 24 regu SD-SMP.
Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM dalam sambutannya menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Belu,
melaksanakan kegiatan Pentas Seni Budaya ini sebagai bentuk Pelaksanaan amanat undang-undang nomor 5 tahun 2017 Pasal 7 yang mengatakan bahwa “pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan pengarustamaan kebudayaan melalui pendidikan untuk mencapai tujuan pemajuan kebudayaan”.
“Kegiatan ini diselenggarakan dengan landasan dari Visi Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2021 sampai 2026 untuk mewujudkan masyarakat belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif,” ujarnya.
Dipaparkan pula bahwa kegiatan ini pun sinergi dengan misi pada point ke 1 dan Point ke 5 yaitu, meningkatkan pembangunan di bidang pendidikan, dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah berlandaskan budaya lokal.
Bupati Belu juga menerangkan Kabupaten Belu merupakan satu kabupaten yang berada langsung di perbatasan Negara RI-RDTL yang mana terdiri dari berbagai ragam seni dan budaya yang dimiliki oleh empat (4) suku besar : Tetun, Bunak, Dawan dan Kemak.
Karena itu budaya-budaya lokal yang ada di Kabupaten Belu ini perlu dijaga dan dilestarikan oleh generasi saat ini terutama para generasi muda.
“Ini semua merupakan warisan dari leluhur yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda selanjutnya, sehingga kesenian tradisional tidak akan punah dan hilang di era globalisasi saat ini,” tandas Bupati Belu yang juga adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam Konsultan Gastroentero Hepatologi Indonesia.
Lanjutnya, ” Kabupaten Belu dikenal memiliki berbagai seni dan budaya yang unik serta tidak di miliki oleh daerah lain bahkan negara lain. Seni budaya yang tumbuh dan berkembang di kabupaten Belu merupakan refleksi dari akar budaya, hasil kreativitas individual dari para leluhur Belu.”
Pada kesempatan itu juga, menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional, Bupati Belu dokter Agustinus Taolin mengajak untuk semua elemen masyarakat turut bersama mengembangkan pendidikan di Kabupaten Belu terlebih kepada generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan.
“Momen menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, saya mengajak kita untuk secara bersama bisa bangkit dan bergerak untuk pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Belu,” pungkasnya. (Ronny)


