Monday, February 23, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Belasan Miliar Telah Dihabiskan, Destinasi Wisata Rohani Patung Bunda Maria di Teluk Gurita – Belu Akan Dilanjutkan Lagi. Ini Item Pekerjaannya!

ATAMBUA The East Indonesia – Sejak tahun 2019, pembangunan kawasan wisata rohani Patung Bunda Maria di Teluk Gurita, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL setidaknya telah menghabiskan 16 Miliar Rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Belu.

Akan tetapi dengan anggaran sebesar itu, pembangunan kawasan wisata rohani pada masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2016-2021, Willybrodus Lay dan JT Ose Luan tersebut masih meninggalkan begitu banyak item sarana prasarana penunjangnya.

Dalam Pilkada 2020 lalu Willybrodus Lay dan JT Ose Luan pun harus lengser dari kursi kepemimpinan dan digantikan dengan Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM.

Tak tinggal diam, dibawah kepemimpinan Bupati Belu, Dokter Agustinus Taolin dan Wakil Bupati Belu, Alo Haleserens (AT-AHS), Pemerintah Daerah Kabupaten Belu mendapatkan anggaran dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk melakukan pembangunan lanjutan sarana prasarana penunjang di Kawasan wisata rohani Patung Bunda Maria ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Januaria Nona Alo, S.IP, saat ditemui awak media The East Indonesia diruang kerjanya, Selasa (30/05/2023) menjelaskan bahwa pada Tahun Anggaran 2023, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu mendapatkan anggaran dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk melakukan pembangunan sarana prasarana penunjang di Kawasan wisata rohani Patung Bunda Maria dengan mengalokasikan dana sebesar Rp. 1.676.452.000.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Januaria Nona Alo. Foto : Rony

Anggaran ini akan digunakan untuk mengerjakan beberapa item sarana prasarana penunjang di Kawasan wisata rohani Patung Bunda Maria diantaranya;
• Gazebo yang bisa digunakan untuk para pengunjung berteduh
• Kios Kuliner yang dapat dipakai untuk penyajian/ penjualan makanan dan minuman
• Kios Cinderamata yang boleh digunakan untuk menjual barang kenang-kenangan
• Plaza Kuliner untuk berwirausaha
• Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk menjaga kebersihan tempat wisata rohani ini

“Tahun ini setelah kita usulkan dan minta ke Pemerintah Pusat, sesuai dengan dana yang tersedia maka kita akan mengerjakan beberapa item sarana prasarana penunjangnya seperti ini dulu,” pungkas Nona Alo.

Kadis Pariwisata Kabupaten Belu menegaskan bahwa semua item pekerjaan diatas saat ini sementara berproses untuk segera dikerjakan dan akan diselesaikan sebelum akhir tahun 2023 ini.

Januaria Nona Alo pun menambahkan bahwa masih banyak lagi pekerjaan sarana prasarana penunjang yang masih menjadi PR untuk dikerjakan pada kawasan wisata rohani Patung Bunda Maria di Teluk Gurita seperti jalan menuju ke Patung, pelataran parkir, tembok penahan dan lain sebagainya.

“Kita akan berupaya untuk dorong lagi fasilitas-fasilitas yang masih perlu dilakukan untuk menunjang objek wisata rohani yang ada baik itu melalui APBD maupun APBN,” pintanya.

Kadis Pariwisata Kabupaten Belu juga menyampaikan bahwa selain kegiatan fisik, pihaknya juga pada tahun 2023 ini akan melakukan beberapa kegiatan non fisik untuk mendukung perkembangan perekonomian dengan pariwisata yang ada di Kabupaten Belu diantaranya;
1. Pelatihan peningkatan inovasi dan higienitas sajian kuliner
2. Pelatihan kebersihan lingkungan, sanitasi dan pengelolaan sampah destinasi Pariwisata
3. Pelatihan tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi
4. Pelatihan pemandu wisata buatan
5. Pelatihan pengelolaan usaha
6. Pelatihan pengelolaan Desa Wisata
7. Pelatihan pemasaran digital

“Kita sudah lakukan dua kegiatan dan masih ada lagi lima kegiatan untuk mendukung SDM masyarakat kita dalam menunjang pariwisata yang ada di Kabupaten Belu,” imbuh Nona Alo. (Ronny)

Popular Articles