ATAMBUA, The East Indonesia – Menyambut hari Bhayangkara ke-77, 1 Juli 2023, Kepolisian Resor Belu terus menggelar kegiatan anjangsana dan bantuan sosial (bansos).
Dibawah tongkat komando Kapolres, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak, S.I.K, Polres Belu selalu mendekatkan diri dan berbagi bersama masyarakat di Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.
Pada Minggu sore, 18 Juni 2023, Polres Belu menggandeng Kementerian Sosial Republik Indonesia memantau langsung kondisi masyarakat di Desa Loonuna, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu.
Pada kegiatan anjangsana Kementerian Sosial dan Polres Belu bersama Pemerintah setempat, masyarakat di Desa Loonuna akan dibantu ketersediaan air bersih.
Hal ini karena Desa Loonuna sendiri merupakan salah satu Desa di Kabupaten Belu yang berada di area ketinggian dan ketersediaan air bersih sendiri berada di dataran rendah yang berjarak beberapa kilometer dibawahnya.
Di Desa Loonuna sendiri terdapat ada 198 KK miskin, dan 115 rumah yang belum menikmati penerangan( listrik).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial, Mira Riyati Kurniasih beserta Rombongan; Kapolres Belu AKBP Richo N. Simajuntak S.I.K dan rombongan; Kabid Linjamsos Dinas Sosial Belu, Roni Salem; Camat Lamaknen Selatan, Marius Dominggus Mau Bele, SE; Kepala Desa Looluna dan masyarakat setempat.
Camat Lamaknen Selatan, Marius Dominggus Mau Bele menyampaikan tentang profil dan keadaan wilayah 8 Desa yang ada di Kecamatan Lamaknen Selatan.
Selain itu, Marius juga menjelaskan tentang kendala dan kondisi yang terjadi di Kecamatan Lamaknen Selatan, dimana salah satunya puncak krisis air bersih yang akan terjadi pada bulan Agustus dan seterusnya hingga musim penghujan tiba.
Begitupun krisis air bersih pada bulan-bulan tersebut terjadi di Desa Loonuna, Kecamatan Lamaknen Selatan.
“Masyarakat disini biasanya harus kumpul uang empat ratus ribu rupiah untuk mendatangkan 1 tangki air,” urai Marius Mau Bele.
Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak mengungkapkan bahwa dirinya berkomitmen untuk selalu hadir ditengah-tengah masyarakat dan mendengarkan keluhan masyarakat.
“Saya sebagai Kapolres akan mendengar keluhan masyarakat, dan intinya negara hadir di masyarakat untuk membantu,” pungkasnya.
Richo Simanjuntak pun menerangkan bahwa dirinya sudah berusaha berkomunikasi dan mendatangkan pihak Kementerian Sosial untuk bisa melihat langsung keluhan masyarakat terutama terkait ketersediaan air bersih.
“Semoga masyarakat di Desa Loonuna bisa terbantu dengan kedatangan salah satu direktur dari Kementerian Sosial dan air bersih yang berada dibawah bisa disalurkan keatas sehingga bisa didistribusikan dan dinikmati oleh semua disini,” tutur Kapolres Belu.
Direktur Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Mira Riyati Kurniasih menyampaikan bahwa pihaknya sudah sering mendengarkan keluhan terkait krisis air bersih di Provinsi NTT.
“Hari ini kami datang ke Desa ini, dan mendengarkan keluhan akan kesusahan air bersih. Kami sangat prihatin. Kami dari kementerian akan berkoordinasi dengan ahlinya untuk datang kesini supaya bisa melihat titik atau lokasi airnya,” pungkasnya.
Direktur Penanganan Fakir Miskin Kemensos pun meminta kepada Camat dan Kepala Desa untuk segera membuat proposal tentang krisis air bersih di Desa Loonuna atas usulan dari Bupati Belu melalui Dinas Sosial.
Terhadap pengajuan proposal tersebut, Camat Lamaknen Selatan, Marius Dominggus Mau Bele menyanggupi dan akan segera berkoordinasi untuk diantar ke Kementerian Sosial.
Pada kegiatan itu, Polres Belu pun membagi-bagikan air bersih kepada masyarakat Desa Loonuna.
Untuk diketahui menyambut hari Bhayangkara ke-77, Polres Belu juga melakukan beberapa kegiatan diantaranya baksos, pembagian sembako hingga pasar malam Minggu.
Penulis|Rony|Editor|Christovao


