ATAMBUA, The East Indonesia – Presiden Joko Widodo menghendaki kawasan pendukung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di wilayah perbatasan dengan Malaysia, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), dan Papua New Guinea (PNG) menjadi sentra baru ekonomi.
Tercatat, hingga tahun 2021 Indonesia sudah mempunyai delapan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di wilayah perbatasan dengan Malaysia, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), dan Papua New Guinea (PNG). Target Pembangunan PLBN hingga tahun 2024 Indonesia akan memiliki 26 PLBN.
PLBN Aruk berbatasan dengan Malaysia, PLBN Motaain berbatasan dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dan PLBN Skouw berbatasan dengan Papua New Guinea dibangun agar bisa memberikan pengaruh kepada negara tetangga dan diyakini dapat berkembang seperti Kota Batam.
Pembangunan PLBN untuk sentra baru ekonomi ini mulai ada perkembangan dimana hingga Juli 2023 nilai ekspor ke negara tetangga mulai mengalami peningkatan. Berdasarkan data ekspor PLBN hingga bulan juli ini, PLBN Motaain yang berbatasan dengan Negara Timor Leste menjadi PLBN dengan nilai ekspor tertinggi di seluruh PLBN yang ada di Indonesia.
Hal ini diungkapkan oleh Administrator PLBN Motaain, Engelberthus Klau, SIP, M.Si dalam giat Atambua Internasional Expo, Selasa (25/07/2023). “Selama tiga bulan terakhir dari bulan Mei, Juni dan Juli tahun 2023, kita di PLBN Motaain tercatat memiliki nilai ekspor tertinggi di semua PLBN Motaain yang ada di Indonesia,” pungkasnya.

Dijelaskan bahwa pada bulan Mei nilai ekspor di PLBN Motaain sebesar Rp. 55.922.033.000 dari total nilai ekspor di seluruh PLBN yang ada di Indonesia yakni Rp. 88.904.566.996,-. Pada bulan Juni nilai ekspor sebesar Rp. 57.054.257.000 dari total nilai ekspor di seluruh PLBN yang ada di Indonesia yaitu Rp. 78.637.925.180,-.
Sementara tanggal 1 sampai 25 Juli 2023 nilai ekspor sebesar Rp. 52.163.334.000 dari total nilai ekspor di seluruh PLBN yang ada di Indonesia yakni Rp. 66.408.090.700,-. “Selama tiga bulan ini komoditi yang diekspor mulai dari bahan bangunan, sparepart kendaraan, perabot rumah tangga hingga kebutuhan makan dan minum,” pinta Engel Klau.
Administrator PLBN Motaain juga menerangkan bahwa aktivitas perlintasan orang dan barang di PLBN tercatat dalam 3 bulan, Mei sampai Juli 2023 untuk perlintasan orang di jalur keberangkatan tercatat 29.700 orang dan di jalur kedatangan tercatat 27.772 orang.
“Aktivitas perlintasan terlihat sangat padat pada hari Sabtu dan Minggu. Tentunya pada hari Sabtu dan Minggu saudara-saudara kita dari Timor Leste datang berbondong-bondong ke wilayah kabupaten Belu untuk berbelanja,” ujarnya. (Ronny)


