ATAMBUA, The East Indonesia – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Umanen melakukan launching Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita gizi kurang.
Kegiatan launching ini dilakukan di Posyandu ‘Sedap Malam’ Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Rabu pagi (02/08/2023).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Maria Ansilla F. Eka Mutty dan dihadiri oleh Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Siprianus Mali; para Kabid Dinkes Belu; Kepala UPTD Puskesmas Umanen, Agusto Lopes Martins, ST dan staf Puskesmas Umanen; Camat Atambua Barat, Laurentius Stefanus Donpiera; Ketua TP PKK Atambua Barat, Akwila R. Pujiwati; serta masyarakat dan balita penerima PMT.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Maria Ansilla F. Eka Mutty dalam sempat wawancara dengan media The East Indonesia menerangkan bahwa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah program intervensi bagi balita yang menderita stunting, kurang gizi, dan Ibu Hamil (KEK).
Dijelaskan, kegiatan hari ini merupakan launching Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita gizi kurang yang dianggarkan dari dana DAK Non Fisik, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
“Dinas Kesehatan pada tahun 2023 ini mendapatkan anggaran dari Pemerintah Pusat untuk beberapa kegiatan termasuk kegiatan PMT bagi anak gizi kurang yang hari ini dilaunching bagi Puskesmas Umanen dan hal yang sama juga dilakukan oleh 16 Puskesmas lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Belu,” pungkasnya.
Kadis Kesehatan Kabupaten Belu mengatakan bahwa pada kegiatan Pemberian Makanan Tambahan ini tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak agar tercapainya status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut.
Selain pemberian makanan tambahan, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu pun melakukan screening kesehatan untuk memantau perkembangan anak yang mengalami stunting, gizi kurang dan ibu hamil KEK.
“Semua ini memiliki tujuan akhir untuk anak-anak Indonesia yang sehat terutama progam untuk menurunkan angka stunting, kematian ibu dan balita bisa berangsur turun di Kabupaten Belu,” pinta drg. Ansilla Mutty.
Kadis Kesehatan Kabupaten Belu berharap dengan adanya kegiatan Pemberian Makanan Tambahan bisa bermanfaat bagi anak-anak yang menerima bantuan ini.
“Mudah-mudahan dengan pemberian makanan tambahan ini bisa membantu anak-anak di Kabupaten Belu sehat, berkarakter dan kompetitif,” tandas Ansilla Mutty.
Senada dengan itu Kepala UPTD Puskesmas Umanen, Agusto Lopes Martins, ST menjelaskan bahwa Pemberian Makanan Tambahan merupakan salah satu program kerja dari bidang kesehatan gizi yang ada di Puskesmas.
Karenanya Sosialiasi Pemberian Makanan Tambahan terus digalakkan guna membantu mencegah peningkatan angka stunting, serta peningkatan status gizi pada ibu hamil dan balita.
“Lewat program Pemberian Makanan Tambahan ini, kami ingin selalu memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya, dan mencegah stunting bagi warga di wilayah Puskesmas Umanen,” pintanya.
Agusto Lopes menerangkan bahwa pada UPTD Puskesmas Umanen yang meliputi Kecamatan Atambua Barat memiliki sasaran terhadap 1.610 anak dengan rincian jumlah yang ditimbang 1.610 dan jumlah anak stanting ada 151 anak serta jumlah anak gizi kurang ada 72 anak.
Bila dirinci lagi ke kelurahan – kelurahan yang ada di Atambua Barat, maka;
1. Kelurahan Umanen
– Jumlah sasaran : 72
– Jumlah yang ditimbang : 720
– Jumlah stunting : 89
– Jumlah gizi kurang : 42
2. Kelurahan Tulamalae
– Jumlah sasaran : 360
– Jumlah yang ditimbang : 360
– Jumlah Stunting : 23
– Jumlah gizi kurang : 13
3. Kelurahan Berdao
– Jumlah sasaran : 196
– Jumlah yang ditimbang : 196
– Jumlah Stunting : 20
– Jumlah gizi kurang : 7
4. Kelurahan Beirafu
– Jumlah sasaran : 334
– Jumlah yang ditimbang : 334
– Jumlah Stunting : 19
– Jumlah gizi kurang : 10 *** (Ronny)


