ATAMBUA, The East Indonesia – Menjelang pesta demokrasi Pemilihan Umum secara serentak pada tahun 2024, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) kabupaten Belu berinisiatif menggelar seminar Kebangsaan dengan tema “Pemuda Kristen dan Pesta Demokrasi 2024.”
Seminar sehari yang dibuka oleh Ketua SINODE GMIT ini dilaksanakan di Aula Kreatif Mart Atambua, kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Jumat (22/09/2023).
Peserta kegiatan itu dihadiri oleh 200 orang terdiri dari Kaum muda baik Siswa SMA/SMK usia Pemilih, Pemuda Gereja Kristen, Pendeta / Gembala Gereja, Organisasi Pemuda / OKP.
Kegiatan seminar Kebangsaan oleh GAMKI Belu ini memiliki narasumber yang Ketua DPP GAMKI (secara daring), Ketua SINODE GMIT, Pdt. Emil Hauteuas; Ketua KPUD Kabupaten Belu dan Ketua DPC GAMKI Kabupaten Belu.
Ketua panitia pelaksana, Yanrianto Taka Logo dalam laporannya menyampaikan bahwa Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia adalah organisasi kader pemuda Kristen yang bersifat independen, yang berakar di dalam gereja, masyarakat, bangsa, dan negara, dan tidak berafiliasi pada salah satu kekuatan sosial politik manapun.
Cikal bakal GAMKI, yaitu Persatuan Pemuda Kristen Indonesia (PPKI) yang berfusi dengan Majelis Pemuda Kristen Oikoumene (MPKO) telah hidup dalam rahim gereja-gereja di Indonesia, serta melibatkan diri ke dalam revolusi kemerdekaan Indonesia yang menanamkan nilai-nilai ekumenisme serta nasionalisme bersama perjuangan pemuda Kristen di Indonesia.

Yanrianto pun menerangkan bahwa Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Belu telah ada di Kabupaten Belu sejak beberapa waktu yang lalu, namun dalam keberadaannya selama ini belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap gereja dan juga daerah.
“Menyadari akan kondisi dimaksud, maka sejak Mei 2021 telah diberikan mandat kepada kepengurusan yang baru (periode 2021-2024) untuk melakukan konsolidasi dan tindakan-tindakan nyata walaupun dalam lingkup dan skala kecil,” pungkasnya.
Karena itu, dalam melaksanakan tiga panggilan gereja untuk bersekutu, bersaksi dan melayani, maka gereja mestinya menjadi salah cs komponen yang menyuarakan kepedulian terhadap realitas politik yang demikian Sala satu komponen yang rentan untuk dilindungi oleh gereja agar tidak terkontaminasi dengan kondisi politik di atas adalah pemuda (angkatan muda) atau pemilih pemula.
“Kegiatan seminar ini bukan momentum untuk berpolitik praktis, tetapi sebaliknya menjadi momentum untuk menggugah kepedulian dan tindakan nyata yang harus dilakukan oleh seluruh komponen bangsa, termasuk gereja,” ujar Ketua Panitia pelaksana seminar Kebangsaan GAMKI cabang Belu.
Sementara itu, Ketua GAMKI DPC Belu, Gela A. Layrade, S.Pt didampingi Sekertaris GAMKI DPC Belu, Alland Tangkere, SE mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan seminar kebangsaan ini yaitu menggugah dan mengajak semua komponen bangsa termasuk gereja dan Lembaga pendidikan untuk menyuarakan kepedulian terhadap realitas politik yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu tujuan lain adalah memberikan pemahaman kepada gereja untuk turut berperan dalam menciptakan politik yang bermartabat dalam perwujudan panggilan gereja untuk bersekutu, bersaksi dan melayani.
Tujuan lainnya yang tidak kalah penting yakni melindungi angkatan muda Kristen (pemilih pemula) dari proses politik yang tidak sesuai dengan Iman Kristen.
“Kami dari GAMKI cabang Belu berinisiatif melakukan kegiatan seminar Kebangsaan ini karena belakangan isu dan fakta yang sementara ada ditengah masyarakat kabupaten Belu dengan politik uang,” pungkas Gela Layrade.
Ditambahkan,”kami ingin memberikan pendidikan kepada masyarakat khususnya para pemuda-pemudi bahwa tidak boleh terkontaminasi dengan politik uang melainkan memilih figur yang bisa memperjuangkan kepentingan masyarakat umum.”
Ketua GAMKI Belu pun menjelaskan bahwa kehadiran Pendeta / Gembala Gereja dan Pemuda Gereja Kristen sebagai peserta ini agar diharapkan bisa berani dalam memberikan pendidikan politik yang benar terutama kepada pemuda-pemudi sebagai pemilih pemula.
“Kita harapkan agar selesai kegiatan ini para peserta baik para pendeta, pemuda gereja dan adik-adik SMA/SMAK bisa meneruskan pendidikan politik yang baik dan benar kepada sesama disekitar,” tuturnya.
Gela Layrade selaku Ketua GAMKI Belu pun berharap kegiatan seminar Kebangsaan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Demokrasi dan Partisipasi Kaum Muda di Kabupaten Belu. (Ronny)


