ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Daerah Kabupaten Belu bersama seluruh jajaran stakeholder di Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun 2023 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Seroja Haliwen, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Jumat, 10 November 2023.
Dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM bertindak sebagai Inspektur Upacara dengan komandan upacaranya dari perwira Kavaleri KKA.
Hadir dalam upacara itu, Dandim 1605 Belu, Pimpinan DPRD kabupaten Belu, Kapolres Belu, Kejaksaan Negeri Belu, Pengadilan Negeri Atambua, Sekda Belu, Ketua Pengadilan Agama Atambua, Agen Consulado Democratika De Timor Leste, Danyonif RKK 744/SYB, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY, Danki Kavaleri, Danki 3 Batalyon A Pelopor, Para Asisten dan Staf Ahli, Pimpinan OPD, Pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN/ BUMD, para Camat dan Lurah.
Peserta upacara dalam kegiatan tersebut personil TNI dan Polri, ASN lingkup Pemkab Belu, FKPPI, Perguruan Tinggi, FKPTT, dan para pelajar.
Usai melakukan upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun 2023 tingkat Kabupaten Belu, Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM bersama seluruh tamu undangan dan peserta apel melakukan penaburan bunga di Taman Makam Pahlawan Seroja Haliwen.
Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM dalam sempat wawancara dengan awak media The East Indonesia menjelaskan bahwa upacara ini dilakukan untuk mengenang arwah para pahlawan Nasional Indonesia.

Dirinya menerangkan bahwa makna yang perlu diambil dari Hari Pahlawan Nasional tahun 2023 ini adalah generasi sekarang menerapkan nilai perjuangan yang ditinggalkan dari para pahlawan.
“Mari kita generasi sekarang mengisi kemerdekaan yang sudah ada ini dengan menanamkan nilai perjuangan, pantang menyerah, pantang mundur dan terus bergerak maju dalam melakukan pembangunan di setiap keahlian dan kewenangan kita,” pungkas Alo Haleserens.
Wabup Belu pun berharap agar sinergitas yang baik bisa terus dibangun oleh seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Belu dalam membangun Kabupaten Belu sebagai wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.
“Kiranya kita semua dapat membangun komunikasi, hubungan yang baik, sinkronisasi dengan berbagai stakeholder, kolaborasi, koordinasi dan kerjasama semua elemen masyarakat dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Belu sebagai perbatasan Negara RI-RDTL,” imbuh Wabup Alo Haleserens. (Ronny)


