Monday, February 2, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pasar Sabete-Wedomu Yang Dibangun Presiden Jokowi Diramaikan Judi BG dan Sabung Ayam, Ada Pernyataan Uang Keamanan Wilayah!

ATAMBUA, The East Indonesia – Berdasarkan Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2021, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia telah membangun Pasar Sabete di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Tak main-main Pasar Sabete – Wedomu yang dibangun mewah ini menggelontorkan dana pembangunan sebesar 4,6 Miliar Rupiah dimana telah selesai dikerjakan pada akhir tahun 2022 lalu dan telah dipergunakan semestinya.

Hanya saja, tempat yang lokasinya tidak jauh dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Resor Belu Sektor Tasifeto Timur ini juga dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas perjudian bola guling dan sabung ayam.

Dilansir Batastimor.com, Kinerja Kepolisian Resort Belu (Polres Belu) dibawah kepemimpinan Kapolres Belu, AKBP Richo N.D. Simanjuntak dipertanyakan.

Pasalnya, Polres Belu terkesan tutup mata dengan penyakit sosial masyarakat (judi) yang secara bertentangan dengan Pasal 303 KUHP.

Pantauan media ini pada Sabtu (24/11/2023), aktivitas perjudian jeni Bola Guling (BG) dan arena ‘Sabung Ayam’ menghiasi pasar rakyat Sabete, Wedomu di desa Manleten Kecamatan Tasifeto Timur.

Mirisnya lagi arena Bola Guling dan Sabung Ayam yang berada di lingkungan pasar rakyat berdekatan dengan Kantor Polsek Tasifeto Timur atau sekitar 700M dari lokasi judi.

Dari pantauan awak media, aktivitas sabung ayam dan bola guling yang berada di lokasi pasar dimulai sekitar pukul 11.00 WITA.

Sayangnya, aktivitas ini tidak tersentuh oleh pihak Polres Belu khususnya Aparat Polsek Tasifeto timur.

Tidak sampai disitu, dari pantauan di lapangan terlihat ada oknum masyarakat yang diduga jadikan kordinator kordi (Jatah).

Ketika itu, terlihat oknum masyarakat tersebut mengambil sejumlah uang dari bandar bola guling untuk menyerahkan ke pihak keamanan.

Saat ditanya awak media, ia menjawab uang tersebut untuk pihak keamanan.

“Kaka uang itu untuk apa? Oh ini uang keamanan wilayah pak,”jelas seorang warga yang tidak menyebutkan namanya.

Ketika ditanya jumlah nominal, ia menjawab RP. 600 ribu.

“Berapa nominalnya kaka, 600 ribu pak,” sembari langsung pergi meninggalkan lokasi tersebut.

Selain itu, dari informasi yang berhasil dihimpun awak media dilapangan bahwa aktivitas perjudian di Wedomu rutin setiap kali pasar Wedomu.

Saat dikonfirmasi awak media lewat panggilan whatsapp, Kapolsek Tastim, Ipda Mahrim, SH, menjelaskan bahwa pihaknya sudah membubar aktivitas perjudian tersebut.

“Setelah dapat informasi, langsung saya bubarkan itu, sekitar jam 2 tadi,”tegas Kapolsek. (Ronny)

Popular Articles