Sunday, February 1, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kolaborasi LPMTI, NTT Youth Creative Hub dan Dekranasda Belu Gelar Pelatihan Futus dan Pewarna Alam Bagi Masyarakat di Batas RI-RDTL

ATAMBUA, The East Indonesia – Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia (LPMTI) bersama NTT Youth Creative Hub berkolaborasi dengan Dekranasda kabupaten Belu menggelar pelatihan futus dan pewarna alam bagi Komunitas Tenun Ikat Timor.

Kegiatan ini digelar di Galeri Tenun Atambua di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Kamis 14 Desember 2023.

Pelatihan futus dan pewarna alam bagi Komunitas Tenun Ikat Timor diberikan kepada 30 orang perempuan yang berada di Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Belu, Drs. Nikolaus Umbu K. Biri.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemda Kab. Belu, Nikolaus Umbu K. Birri mengatakan, atas nama Bupati Belu dan Dekranasda Belu, menyambut sangat baik pelaksanaan pelatihan futus dan pewarnaan alam serta kehadiran NTT YCH kabupaten Belu.

Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk mengembangkan potensi ekonomi produk tenun di kabupaten Belu yang merupakan warisan budaya leluhur asli Timor.

Namun demikian, hingga saat ini produk tenun Timor ini belum dihargai secara sepadan dalam arti harga tenun masih relative rendah karena kualitas dan inovasi produk yang masih konvensional.

“Padahal ketika kita mampu mengemas produk tenun dengan baik, dengan kualitas produk baik maka bisa mendapatkan harga jauh lebih tinggi hingga Rp. 1.000.000 sampai dengan Rp.5.000.000,” tutur Nikolaus Umbu Birri.

Lanjutnya, “Kehadiran NTT YCH ini diharapkan dapat membantu para pengrajin tenun dalam hal peningkatan kualitas, penganekaragaman produk dan jaringan pemasaran. Ide-ide baru yang kreative dari anak-anak muda yang tergabung dalam NTT YCH diharapkan dapat mengangkat produk tenun Timor ke level yang lebih tinggi sehingga dapat menambah kesejahteraan masyarakat dan melestarikan tenun itu sendiri.”

Sementara itu, Koordinator LPMTI dan NTT Youth Cteative Hub Kabupaten Belu, Mariano Parada menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan futus dan pewarna alam bagi Komunitas Tenun Ikat Timor ini menghadirkan dua orang instruktur dari Dekranasda Belu.

“Hari ini Lembaga Peduli Masyarakat Timur Indonesia (LPMTI) kolaborasi dengan NTT Youth Creative Hub Kabupaten Belu dan Dekranasda kabupaten Belu menyelenggarakan pelatihan tenun khususnya untuk futus dan pewarna alam kepada 30 orang dari komunitas tenun ikat Timor di Atambua, kabupaten Belu,” ujarnya.

Mariano Parada menerangkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat untuk menambah wawasan dan pemahaman untuk ibu-ibu komunitas tenun ikat Timor di Atambua.

“Kita harapkan ini dapat menambah wawasan bagi ibu-ibu penenun sehingga dalam memproduksi atau menenun, hasil tenunnya itu bisa lebih berkualitas sehingga bisa meningkatkan nilai jual secara ekonomi,” pintanya.

Foto bersama usai acara pembukaan pelatihan futus dan pewarna alam bagi Komunitas Tenun Ikat Timor. Foto : Rony

Ditambahkan, “Kita pun berharap para peserta bisa benar-benar mengikuti kegiatan pelatihan ini secara baik dan seksama sehingga apa yang kurang, bisa ditanyakan kepada instruktur yang melatih karena para instruktur ini sudah sangat pengalaman sehingga materi dan praktek yang dilakukan pada hari ini benar-benar bisa menambah kemampuan ibu-ibu untuk menenun kedepannya.”

Koordinator LPMTI, Mariano Parada juga menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini akan dilakukan lagi dalam waktu mendatang untuk 30 orang ibu penenun berikutnya.

Salah satu peserta pelatihan futus dan pewarna alam bagi Komunitas Tenun Ikat Timor, Bendita De Deus (40) yang berdomisili di karantina, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara kegiatan yang telah memberikan kesempatan pelatihan tersebut.

“Ini kesempatan yang sangat baik dimana kami bisa lebih tahu kualitas tenun pewarna alam dengan menggunakan bahan-bahan alami baik dari batang tumbuhan, akar atau daun. Karena itu kami sangat berterimakasih kepada LPMTI berkolaborasi dengan NTT Youth Creative Hub dan Dekranasda kabupaten Belu,” pungkasnya. (Ronny)

Popular Articles