Wednesday, January 28, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bupati Agustinus Taolin Tatap Muka dan Jawab Permintaan Warga Lapas Atambua

ATAMBUA, The East Indonesia – Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM melakukan kunjungan dan tatap muka secara langsung dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Atambua, Rabu sore (27/02/2024).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin didampingi oleh Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin; Direktur PDAM Belu, Ir. Fridolinus Siribein; beberapa pimpinan OPD; Staf Khusus Bupati Belu dan Wakil Direktur Bank NTT Cabang Atambua.

Kunjungan Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin dan rombongan ini diterima langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Atambua, Bistok Oloan Situngkir dan jajarannya.

Bupati Belu dan rombongan kemudian diterima dengan tarian lokal dari Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Atambua.

Bupati Belu didampingi Kalapas kelas IIB Atambua dan rombongan menyempatkan untuk melihat klinik dan berdiskusi dengan dokter dan warga binaan yang sedang sakit.

Selanjutnya Bupati Agustinus Taolin meninjau lapangan Futsal dan lapangan Voli yang menjadi tempat olahraga Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Atambua.

Bupati Belu didampingi Kalapas kelas IIB Atambua dan rombongan kemudian menuju ke Aula Lapas Kelas II B Atambua dan melakukan tatap muka secara langsung dengan Warga Binaan Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIB Atambua, Bistok Oloan Situngkir dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan Bupati Belu dan rombongan ke Lapas Kelas II B Atambua.

“Terimakasih untuk Pak Bupati Belu dan rombongan yang sudah mengunjungi kami disini. Kami sangat berbangga atas kunjungan ini,” tutur.

Kalapas Atambua juga melaporkan bahwa saat ini Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Atambua sebanyak 185 orang dengan laki-laki berjumlah 181 dan perempuan sebanyak 4 orang.

Terhadap para Warga Binaan Pemasyarakatan, pihak Lapas Kelas II B Atambua melakukan berbagai kegiatan pembinaan baik pembinaan kepribadian/rohani, kegiatan jasmani hingga pembinaan keterampilan kerja.

“Selama kurang lebih 3 bulan saya disini, selaku kepala Lapas Atambua, saya dan seluruh pegawai yang ada disini terus bahu membahu untuk meningkatkan kinerja kita di Lapas Atambua ini,” urai Oloan Situngkir.

Pada kesempatan tersebut, Kalapas Atambua juga menyampaikan terkait pengolahan lahan perkebunan. Adapun luas lahan Lapas Atambua saat ini sekurangnya 14 Hektar namun yang bisa dikelolah bersama warga binaan seluas 3 hektar.

Bistok mengharapkan Pemkab Belu bisa membantu dan bekerjasama serta mendorong pihak ketiga untuk mengelolah lahan yang masih sangat luas tersebut.

Pada kesempatan tatap muka itu, Hendrikus, salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas II B Atambua menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Bupati Taolin dan rombongan atas kunjungannya.

Hendrikus menyampaikan 3 hal yang mewakili curahan hati warga binaan selama ini berkaitan dengan 3 kegiatan yang biasa dijalankan warga binaan.

Pertama terkait kegiatan rohani, mewakili Warga Binaan Lapas Atambua meminta tempat duduk bagi warga binaan dan alat musik untuk mengiringi koor saat perayaan ekaristi.

Kedua, Warga Binaan Lapas Atambua meminta bantuan televisi sebab selama ini dimasing masing blok ada televisi namun sudah rusak akibat sudah lama atau termakan usia.

“Selama ini kami setiap hari hanya berbagi cerita yang sama, mungkin dengan televisi kami bisa ada hiburan walau hanya nonton sinetron indosiar, karena itu kami mohon uluran tangan bapak,” ungkap Hendrikus.

Ketiga, menurut Hendrikus pihaknya butuh berolahraga. Usul konkritnya adalah warga binaan meminta bantuan meja pingpong untuk bisa berolahraga.

“Kami harapkan bapak bisa sering singgah lihat kami disini, sebentar lagi 17 agustus kami harapkan bapak bisa lihat kami disini,” kata Hendrikus.

Permintaan lain dari warga binaan adalah kelambu sebab banyaknya nyamuk. Juga warga binaan belum semuanya memiliki KTP dan ketika mengurus ke Dispenduk terkesan lama.

Resikonya pada Pemilu baru saja banyak warga binaan tidak diperkenankan ikut mencoblos.

Saat itu juga warga binaan terlihat bergembira sebab permintaan yang disampaikan beberapanya langsung terjawab.

Bupati Belu, Agustinus Taolin saat itu langsung menyerahkan bola kaki, futsal dan volly serta bingkisan lainnya bagi warga binaan Lapas Atambua.

Untuk permintaan meja pingpong, pihak Bank NTT yang mendampingi Bupati Belu bersedia membelikan dan diberikan kepada para tahanan atau warga binaan.

Bupati Taolin juga memerintahkan kepada dinas kesehatan agar mengecek ketersediaan kelambu.

Juga warga binaan yang belum memiliki KTP akan segera diurus secepatnya dan akan didatangi langsung oleh dinas teknis.

Untuk olahraga warga binaan diserahkan secara langsung bola kaki, bola volly dan bingkisan lainnya.

Permintaan lainnya menurut Bupati Agustinus Taolin Pemerintah Kabupaten Belu akan berupaya menjawabi satu persatu.

Bupati Belu juga berjanji akan kembali lagi mengunjungi warga binaan terutama pada momentum 17 Agustus nanti.

“Ini bukan pertemuan terakhir tetapi kami akan sering mengunjungi pada moment tertentu terutama pada 17 Agustus nanti. Kami tidak berjanji tapi kami perlahan – lahan kami akan berusaha menjawabi usulan yang ada sesuai dengan kemampuan kami,” ujar dokter Agustinus Taolin.

Usai tatap muka Bupati Taolin, Sekda Belu didampingi Kalapas Atambua, pimpinan OPD dan lainnya mengunjungi kebun, melakukan panen jagung dan menikmati jagung rebus hasil kerja warga binaan. (Ronny)

Popular Articles