ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens, MM terus berupaya meningkatkan komunikasi dengan masyarakat dalam rangka perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi terhadap program Pemkab yang dijabarkan oleh dinas teknis.
Selain Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin dan Wabup Belu, Aloysius Haleserens turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluhan masyarakat, Pemkab melalui bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Belu berupaya merespon kritikan dan isu negatif serta hoax yang beredar dalam masyarakat dan sekaligus mensosialisasikan program Pemerintah melalui Channel Youtube atau podcast “Halo Belu”.
Untuk diketahui, saat ini podcast Halo Belu baru dishare dan dapat diakses di akun facebook Protokol & Komunikasi Pimpinan Setda Belu.
Kabag Prokompim Setda Belu, Daniel Nahak, SSTP yang dijumpai diruang kerjanya, Jumat 15 Maret 2024 secara terperinci menjelaskan tujuan dihadirkan podcast “Halo Belu” ini.
Kabag Prokopim yang akrab disapa Denny Nahak mengutarakan tujuan podcast Halo Belu yaitu:
1. Meningkatkan komunikasi publik: Podcast “Halo Belu” dapat menjadi sarana untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat serta menyebarkan informasi secara lebih luas.
2. Melalui podcast, informasi tentang program-program pemerintah daerah, kebijakan, dan kegiatan dapat diakses oleh masyarakat dengan lebih mudah.
3. Meningkatkan transparansi: Podcast “Halo Belu” dapat menjadi platform untuk menyampaikan informasi secara transparan dan akuntabel kepada masyarakat.
4. Membangun citra positif pemerintah daerah: Podcast dapat membantu membangun citra positif pemerintah daerah di mata masyarakat.
5. Mendorong partisipasi masyarakat: Melalui podcast, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah dengan memberikan masukan dan saran.
Menurut Denny Nahak, Pemerintah Kabupaten Belu tidak alergi terhadap kritik yang dilakukan oleh masyarakat, selalu merespon setiap masukan yang disampaikan baik secara langsung maupun melalui berbagai platform media sosial diantaranya Facebook dan WhatsApp.
“Hanya saja ada kendalanya yaitu Pemerintah tidak mempunyai ruang yang cukup untuk menanggapi satu persatu. Apalagi, kalau informasi yang disampaikan tidak benar atau hoax. Oleh karenanya melalui podcast Halo Belu, bagian Prokopim Setda Belu menghadirkan pimpinan dinas yang terkait isu dan kritikan untuk menjelaskan secara lebih baik,” tuturnya.
Kabag Prokopim Setda Belu juga menerangkan bahwa ada dua tujuan utama dari para narasumber dalam wawancara ekslusif di podcast Halo Belu yakni: Dinas atau Badan menyampaikan apa yang sudah dan akan dilakukan dan juga untuk menangkal hoaks yang disebarkan akun-akun tak bertanggungjawab di Facebook.
“Kita memahami bahwa Pemerintah memiliki space atau ruang yang terbatas untuk bisa menjelaskan baik informasi publik maupun berita hoaks di medsos. Sebab itu melalui kanal youtube atau podcast Halo Belu semua bisa dijelaskan dengan baik dan tepat,” ujar juru bicara Pemkab Belu ini.
Ditambahkan, “Salah satu cara menyampaikan adalah melalui podcast ini yang kita tahu saat ini lebih banyak orang tertarik pada konten berbentuk audio visual,” sambungnya.
Menurutnya podcast Halo Belu baru 5 episode dengan narasumber dan isu yang berbeda. Yang pastinya isu tersebut menjadi perbicangan publik dan kebutuhan yang harus teratasi.
“Ini sudah 6 episode, kita bicara tentang infrastruktur, pengobatan gratis pakai KTP dan tadi kita menghadirkan Kadis Pertanian membahas persoalan pertanian dan mekanisme penyaluran pupuk,” papar Denny. (Ronny)


