Thursday, March 26, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pertama di Indonesia, Kepala Badan Narkotika Nasional RI Beri Piagam Penghargaan Untuk Bunda Bersinar Kabupaten Belu

ATAMBUA, The East Indonesia – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol Marthinus Hukom, SIK, M.Si memberikan piagam penghargaan penghargaan secara langsung kepada Freny Indriani Yanuarika Sumantri Taolin sebagai Bunda Bersinar / Ketua TP PKK Kabupaten Belu.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan secara langsung di Rumah Jabatan Bupati Belu, Minggu malam, 28 April 2024.

Piagam penghargaan tersebut diberikan oleh Kepala BNN RI atas partisipasi pada peran aktif fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Belu.

Piagam penghargaan ini didapatkan dari kerja keras dan kerja tulus yang dilakukan oleh Ny. Freny Sumantri Taolin.

Hebatnya, Ny. Freny Sumantri Taolin sebagai Ketua TP PKK di Indonesia yang menerima penghargaan pertama dari BNN RI atas peran aktifnya sebagai Bunda Bersinar dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Belu.

Diketahui, penyerahan penghargaan itu disaksikan oleh Wakil Bupati Belu Dr. Aloysius Haleserens; Sekda Belu Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si; Unsur Forkopimda, Mantan Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal (Purn) Drs. Gregorius Mere; Plt. Kepala BNNP NTT, Dominikus Sabon, S.Pt; para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama, Deputi, Asisten dan Direktur jajaran BNN RI.

Ikut menyaksikan istri Kepala BNN RI, Ny. Rita M. Hukom; Ketua DWP Kabupaten, Yosefina L. M. Katho Johanes, SP; Kepala BNN Kabupaten Belu, Muhammad Rizal, S.Sos dan sejumlah Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Belu.

Kepala BNN RI, Komjen Polisi Dr. Marthinus Hukom pada kesempatan itu menyampaikan profisiat kepada Bunda Bersinar Kabupaten Belu, Freny Sumantri Taolin.

Komjen Pol Marthinus Hukom menyampaikan penghargaan yang diberikan kepada Bunda Freny yang juga Bunda Bersinar Kabupaten Belu karena berperan aktif dalam upaya pencegahan narkoba di wilayah itu.

“Pada kesempatan ini berterima kasih kepada Bunda Bersinar, Ibu Bupati Belu, yang selama ini aktif melakukan pembinaan keluarga, program anak dan ibu. Ini adalah kekuatan kita untuk membantu kesadaran generasi muda kita untuk mengatakan tidak pada narkoba,” ungkap Komjen Pol Marthinus.

Di sisi lain, Kepala BNN RI melihat bahwa Belu merupakan wilayah titik terdepan dari negara Indonesia yang langsung berbatasan dengan Timor Leste.

“Ketika melihat perbatasan, berarti di sana ada kemungkinan, peluang, hingga ancaman. Karena itu, BNN melihat narkotika menjadi ancaman terhadap keselamatan umat manusia,” sebutnya dikutip Kalbar News.

Karena itu, Kepala BNN RI meminta kepada jajaran BNN Kabupaten Belu untuk terus membangun kerja sama dengan Bupati dan jajaran di daerah ini.

Menurutnya, dalam konteks daerah perbatasan, Kabupaten Belu sangat strategis sehingga dalam pengamanan perbatasan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, baik oleh Pemerintah Daerah, Polres dan Bea Cukai. Tetapi merupakan satu koordinasi, satu sinergitas dari seluruh elemen dan stakeholder secara struktural maupun dengan melibatkan masyarakat.

“Oleh karena itu, dengan pentingnya Belu sebagai daerah perbatasan, saya mengajak seluruh jajaran BNN untuk meninjau dan melihat situasi yang terjadi agar kita bersinergi dan berkoordinasi membangun sistem pengamanan perbatasan secara profesional,” ujar Marthinus.

Disampaikan bahwa, dalam agenda BNN RI yang sudah di komunikasikan dengan berbagai stakeholder untuk menumbuhkan kerjasama dengan berkoordinasi untuk sama-sama membangun pengamanan perbatasan yang profesional.

“Sinergitas dan koordinasi merupakan kekuatan kita dalam pengamanan wilayah perbatasan. Kita berharap dengan pertukaran informasi kita bangun kerja sama dan strategi sebagai kunci pengamanan wilayah. Sehingga kami datang ke sini untuk meninjau dan melihat langsung, sebenarnya apa yang terjadi di wilayah perbatasan RI-RDTL,” ungkap Komjen Marthinus Hukom.

Kepala BNN RI juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang peduli, dengan memberikan aset Pemda sebagai Kantor sementara bagi jajaran BNN untuk melaksanakan aktivitas di Kabupaten Belu.

“Kami berterima kasih kepada Bupati Belu bersama jajaran yang sudah memberi perhatian dan kepedulian kepada BNN. Kami menitip anggota kami di sini, sambil menata organisasi yang baru, SDM dan sumber daya lainnya,” tutur Komjen Pol Marthinus Hukom.

Sementara itu, Ny. Freny Sumantri Taolin usai menerima penghargaan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Kepala BNN RI yang sudah memberikan penghargaan yang sangat luar biasa.

Apresiasi ini menurutnya akan terus memotivasi dirinya terus bekerja dan bersemangat menggelorakan semangat dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika sehingga menjadikan Kabupaten Belu ini benar-benar Bersinar (Bersih Narkoba).

“Tidak pernah kami bayangkan dan saya sangat bahagia sekali, karena ini merupakan amanah yang harus diwujudkan. Sebelumnya saya dilantik menjadi Bunda Bersinar, selain tugas-tugas saya sebagai Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda, Bunda Paud, dan Bunda Literasi. Saya pikir ini tugas mulia yang harus dijalankan sehingga semua bisa berjalan dengan baik,” ungkap Bunda Freny.

Ditambahkan, “Puji Tuhan, kerja keras yang kami lakukan dengan bersinergi bersama Pemerintah Daerah, BNN, TP PKK Kabupaten dan Kecamatan, serta Bunda Bersinar kecamatan yang secara bersama bekerja untuk membantu dan mendukung BNN dalam melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Kabupaten Belu.”

Anak mantan Bupati Belu periode 1988-1993, Ignatius Sumantri ini menegaskan bahwa peran ketahanan keluarga merupakan fondasi kuat untuk memerangi Narkoba di Kabupaten Belu.

“Kita Kabupaten Belu berada di Perbatasan Negara, sangat rentan dengan salah satunya Narkoba. Dengan ketahanan keluarga yang baik segala hal yang negatif tidak bisa masuk. Ini yang harus kita bina bersama untuk anak-anak kita,” tutur Ny. Freny Sumantri Taolin.

Lanjutnya, sinergitas yang dibangun bersama Kepala BNN dan jajaran selama ini berlangsung baik dan BNN sangat aktif luar biasa. PKK dan BNN selalu bersinergi membuat program dalam tugas-tugas dilapangan.

“Pak Rizal ini bersama jajarannya sangat aktif dan luar biasa. Kita bersinergi dalam tugas-tugas dilapangan. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada kepala BNN RI yang telah memberikan penghargaan atas peran kami sebagai Bunda Bersinar dalam membantu dan memberantas penyalahgunaan narkotika. Penghargaan ini memberikan semangat kepada kami untuk terus bekerja,” jelasnya.

Bunda Freny juga mengharapkan dukungan BNN RI untuk menguatkan peran mereka dalam memberikan advokasi kepada anak-anak sekolah yang masih dalam kategori usia yang sangat rentan.

Menurutnya, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang merupakan ancaman yang sangat serius bagi masa depan anak-anak serta merusak masa depan bangsa.

Ia juga meminta agar seluruh elemen masyarakat diharapkan terus bergerak, melindungi anak-anak dari jaringan sindikat narkoba, dengan memberikan edukasi atas dampak kesehatan dan implikasi hukum dan melakukan pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi.

“Kami dari PKK juga terus bekerja keras demi mewujudkan Belu Bersinar demi Indonesia yang bersih dari narkoba. Speed Up Never Let Up, War On Drugs,” tandas Bunda Belu, Freny Sumantri Taolin. (Ronny)

Popular Articles