ATAMBUA, The East Indonesia – Sebuah aplikasi Sistem Kearsipan Berbasiskan Digital atau “SiPANDA” terbentuk atas inovasi dari seorang ASN lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Belu atas nama Maria Getrudis Mali atau akrab disapa Wati Mali.
Diketahui, Maria Getrudis Mali menjadi salah satu dari 10 pejabat struktural di Kabupaten Belu yang mengikuti Diklat PIM III angkatan ke-13 tahun 2024 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) melalui BKPSDMD Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Maria Getrudis Mali dalam kegiatan Launching dan Demonstrasi aplikasi SiPANDA di Lantai III RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua, Jumat, 19 Juli 2024 menjelaskan bahwa aplikasi SiPANDA berhasil dibuat berkat kerjasama dengan tim RSUD Atambua.
Dengan asas efektif, efisien, dan ekonomis, aplikasi SiPANDA ini akan semakin mempermudah proses surat menyurat di UPTD RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua dengan cara online.
Selain itu, SiPANDA dapat menjadi mesin arsip untuk memudahkan petugas mencari berkas.
“Setiap berganti pimpinan, sering kita kesulitan untuk mencari arsip atau data pada masa kepemimpinan sebelumnya. Aplikasi ini bisa menjadi mesin penyimpan yang sangat membantu kita semua dalam mencari arsip,” jelas Wati Mali.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, drg. Ansilla F. Eka Mutty yang ikut hadir dalam launching itu mengungkapkan apresiasi yang besar kepada RSUD Atambua yang terus berbenah dari hari ke hari.
Dirinya berharap agar aplikasi ini bisa digunakan juga di Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dan juga pada semua OPD yang ada di Pemda Belu.
“Aplikasi ini sangat baik dan sangat membantu kita semua. Nanti kita akan coba gunakan aplikasi ini di Dinas Kesehatan Kabupaten Belu. Saya berharap semoga aplikasi ini bisa terus dievaluasi sehingga dapat juga digunakan pada semua OPD yang ada di Kabupaten Belu,” tutur drg. Ansilla Mutty.
Sementara itu, Direktur RSUD Atambua, dr. Theodorus Lusianus Mau dalam kesempatan kegiatan tersebut menyampaikan bahwa adanya aplikasi SiPANDA ini merupakan bentuk implementasi aksi perubahan kinerja organisasi pada UPTD RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua.
Karenanya Direktur RSUD Atambua berharap agar aplikasi ini bisa segera digunakan dan terus dievaluasi agar semakin baik ke depannya.
“Sesuai rencana, aplikasi ini mulai digunakan pada tanggal 22 Juli 2024 nanti. Semoga aplikasi ini bisa berjalan baik dan membantu kita semua dalam bekerja,” ujarnya.
Diakhir kegiatan Launching dan Demonstrasi aplikasi SiPANDA, Wati Mali mengucapkan terimakasih atas semua dukungan dari Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM; Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Direktur RSUD Atambua dan semua anggota tim yang telah bekerja sama dengan solid hingga bisa terwujud sebuah aplikasi yang memudahkan semua petugas RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua Atambua dalam bekerja.(Rony)


