Wednesday, January 14, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

WBP Lapas Atambua Produksi Jendela dan Pintu Untuk Bangunan

ATAMBUA, The East Indonesia – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua terus mengasah keterampilan selama di tahanan.

Setelah mengikuti pelatihan kerja di bidang Mebeler, beberapa WBP berhasil memproduksi jendela dan pintu bangunan dengan kualitas yang memuaskan.

Kepala Lapas (Kalapas), Bambang Hendra Setyawan, kepada media ini, Selasa, 25 Juni 2025 sangat mengapresiasi karya dari Warga Binaan.

“Setelah mengikuti pelatihan dan mereka bisa memproduksi jendela dan pintu untuk bangunan ini merupakan keberhasilan luar biasa serta menunjukkan kemandirian luar biasa,” pungkasnya.

Ditambahkan, “Dengan hasil karya tangan terampil para WBP ini tidak hanya memenuhi standar kualitas konstruksi, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan di Lapas Atambua”.

Kalapas Atambua mengatakan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Atambua untuk membekali para WBP dengan keterampilan produktif yang dapat mereka gunakan setelah kembali ke masyarakat.

“Selain memberikan keterampilan praktis, kegiatan produksi ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan etos kerja di kalangan WBP. Mereka belajar bekerja dalam tim, memahami pentingnya kualitas, serta merasakan kepuasan dari hasil karya sendiri. Program ini akan menjadi jembatan bagi para WBP untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang mumpuni, sehingga dapat menjadi individu yang produktif dan mandiri,” urai Hendra Setyawan.

Kalapas Atambua berencana agar kedepannya terus mengembangkan program pembinaan kemandirian ini, tidak hanya di bidang pertukangan tetapi juga sektor lain yang memiliki potensi ekonomi.

“Kami juga berharap dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat terus mengalir untuk menyukseskan program reintegrasi sosial dan ekonomi para WBP,” tuturnya.

Salah satu WBP yang memproduksi jendela dan pintu tersebut mengungkapkan bahwa mereka sangat senang mendapatkan kesempatan belajar ini ditambah mendapatkan bimbingan instruktur yang berpengalaman.

“Selama ini, kami hanya belajar teori, tapi sekarang kami bisa langsung mempraktikkannya. Karenanya kami senang bisa berkarya dan hasil karya kami bisa bermanfaat,” pintanya. ***(Ronny)

Popular Articles