Sunday, February 1, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

PT BIBU Panji Sakti Gandeng PT LEN Industri dan PTDI Wujudkan Komitmen Presiden Membangun Bandara Internasional Bali Utara Berstandar Dunia

SINGARAJA, The East Indonesia – Kehadiran Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) kini semakin dekat untuk segera dimulai pembangunannya. Proyek yang sudah lama dinanti-nantikan itu kini memasuki babak baru. PT BIBU Panji Sakti sebagai penggagas utama pembangunan bandara ini melakukan langkah strategis dengan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan dua perusahaan BUMN strategis nasional yakni PT LEN Industri (Persero) sebagai holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND.ID dan PT Dirgantara Indonesia. Acara berlangsung pada Sabtu, (13/9) di Kantor PT BIBU yang berlokasi di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Dirut PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko, menegaskan bahwa kolaborasi ini akan mempercepat realisasi pembangunan bandara baru di Bali Utara.

“Bandara Internasional Bali Utara akan menjadi simpul konektivitas baru yang membuka akses udara dari dan ke Indonesia Timur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada Bandara Ngurah Rai di selatan Bali yang saat ini telah melampaui kapasitas. Dukungan teknologi dan rekayasa dari PT LEN dan PT Dirgantara Indonesia sangat strategis dalam mewujudkan bandara berkelas dunia ini,” ujar Erwanto.

“Dengan nilai investasi sekitar Rp50 triliun yang telah disiapkan melalui dukungan investor global, termasuk dari Tiongkok, kami optimistis bandara ini akan menjadi ikon baru kemajuan Indonesia di mata dunia,” tambahnya.

PT LEN Industri adalah holding BUMN Industri Pertahanan, dikenal dengan nama DEFEND ID, yang mengelola beberapa perusahaan BUMN besar: PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana. Sebagai holding, LEN memiliki kompetensi tinggi di bidang C4ISR (Command, Control, Communication, Computer, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance), sistem navigasi, komunikasi, keamanan, sistem persinyalan, serta rekayasa elektronika dan teknologi pertahanan. Sebagai perusahaan BUMN strategis di bidang teknologi dan sistem elektronika pertahanan serta transportasi, PT LEN Industri (Persero) akan menjadi tulang punggung dalam pengembangan infrastruktur sistem digital dan smart airport.

“Kami membawa pengalaman panjang dalam membangun sistem kendali transportasi, navigasi, komunikasi, dan keamanan berbasis teknologi tinggi. Di Bandara Bali Utara, kami akan mengimplementasikan sistem manajemen bandara digital, smart surveillance, hingga intelligent air traffic control yang sebanding dengan bandara kelas dunia,” ungkap CEO PT LEN Industri Joga Dharma Setiawan.

“Bandara ini akan menjadi etalase transformasi digital sektor transportasi udara Indonesia. Ini bukan hanya membangun bandara, tapi membangun masa depan,” ujarnya lagi.

Sementara itu, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan berperan dalam mendukung aspek teknis aeronautika, perawatan pesawat, dan pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di kawasan bandara.

“Kami melihat pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem industri dirgantara nasional. PTDI akan berkontribusi pada desain teknis fasilitas penerbangan, penyediaan layanan MRO, hingga pelatihan SDM penerbangan,” kata CEO PT Dirgantara Indonesia, Gita Amperiawan.

“Dengan kehadiran pusat MRO di Bali Utara, Indonesia tidak hanya menjadi pasar industri penerbangan, tetapi juga menjadi pemain utama di kawasan Asia Pasifik,” ujarnya lagi.

Seperti diketahui Bandara Internasional Bali Utara yang terletak di Kubutambahan, Buleleng ini adalah salah satu proyek yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029 – disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas – yang kemudian diteken Presiden Prabowo menjadi Perpres No. 12/2025 pada 10 Februari 2025 lalu. Bandara ini nantinya akan dibangun di Kawasan pesisir pantai Kubutambahan, Buleleng dan sudah sesuai dengan dengan Peraturan Menhub/PM No. 20/2014 dan PM No. 64/2018 Tentang Tata Cara dan Prosedur Penetapan Lokasi Bandar Udara.

Pembangunan proyek strategis nasional ini juga sinkron dengan Perda No. 18/2009 Tentang RTRW, yang kemudian diperbaharui dengan Perda No. 3/2020 – yang antara lain menetapkan peruntukan wilayah Kubutambahan sebagai lokasi bandara.

Bandara ini direncanakan menelan investasi yang 100% dari pendanaan swasta, termasuk investor dari China, tanpa membebani APBN. Proyek ini disiapkan di atas lahan seluas 800 hektar di Kubutambahan, dengan konsep runway internasional yang mampu menampung pesawat berbadan lebar, terminal penumpang modern, serta kawasan aerotropolis dan aerocity yang terintegrasi.

Bandara Internasional Bali Utara dirancang untuk mampu menampung hingga 40 juta penumpang per tahun, dengan landasan pacu berkelas Code F yang mampu didarati pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380 dan Boeing 777. Lokasinya yang strategis di Bali Utara juga akan membuka akses langsung menuju kawasan timur Indonesia, sekaligus mendistribusikan beban trafik wisata yang selama ini terkonsentrasi di Bali Selatan.

Bahwa keinginan untuk membuat bandara internasional di Bali – mengingat kapasitas Bandara Ngurah Rai dalam waktu dekat tidak dapat memenuhi dan mengimbangi pertumbuhan pengunjung wisata domestik dan mancanegara yang terus meningkat – sudah disampaikan oleh Presiden Prabowo pada 3 November 2024 lalu di Bali. “Saya menginginkan bandara (di Bali Utara) yang berkelas dunia seperti yang ada di Singapura dan Hongkong,” ujar presiden ketika itu.

Sinergi antara PT BIBU, PT LEN Industri, dan PT Dirgantara Indonesia ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam pembangunan infrastruktur penerbangan nasional, sekaligus simbol kolaborasi antara sektor swasta dan BUMN untuk Indonesia yang lebih maju.**

Popular Articles