ATAMBUA, The East Indonesia – Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budiyakto, S.I.P., M.Si., hadir secara langsung di tengah pelaksanaan Latihan Kesiapan Prajurit Yonif 744/SYB dalam Operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia–Papua New Guinea Mobile (Satgas Pamtas RI–PNG Mobile).
Kegiatan latihan kesiapan ini berlangsung di Desa Lasiolat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.
Latihan yang diselenggarakan oleh Brigade Infanteri 21/Komodo, dengan Komandan Latihan Kolonel Inf Agus Ariyanto ini merupakan bagian dari program Latihan Kesiapan Operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia–Papua New Guinea Mobile (Satgas Pamtas RI–PNG Mobile) Batalyon Infanteri 744/SYB.
Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai Januari hingga Oktober 2026, dengan tujuan memantapkan kemampuan teknis dan taktis para prajurit sebelum diterjunkan ke daerah operasi yang memiliki dinamika sosial dan geografis cukup kompleks.
Sebagai Komandan Satuan Tugas, Letkol Inf Ronaldo Constantine dipercaya memimpin 450 personel Yonif 744/SYB dalam misi pengamanan perbatasan tersebut.
Semangat “Satya Yudha Bhakti” menjadi landasan moral dalam setiap langkah pengabdian mereka.
Melalui latihan dan pembekalan ini, diharapkan Satgas Yonif 744/SYB dapat melaksanakan tugas dengan optimal, menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan, serta memperkokoh persaudaraan dengan masyarakat Papua.
Kehadiran Pangdam IX/Udayana di lokasi latihan tersebut, pada Jumat, 31 Oktober 2025 merupakan wujud perhatian dan tanggung jawab komando terhadap kesiapan prajurit yang akan mengemban tugas mulia menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di perbatasan.
Dalam arahannya, Pangdam IX/Udayana menegaskan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan moral bagi seluruh prajurit, karena penugasan di wilayah perbatasan tidak hanya menuntut profesionalisme dalam aspek militer, tetapi juga kemampuan berinteraksi dengan masyarakat setempat secara bijaksana dan humanis.
Mayjen TNI Piek Budiyakto menekankan bahwa prajurit yang akan bertugas di perbatasan merupakan representasi negara dan wajah TNI di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, setiap tindakan dan sikap prajurit harus mencerminkan nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
Pangdam mengingatkan bahwa menjaga stabilitas keamanan wilayah perbatasan bukan hanya soal pertahanan fisik, tetapi juga tentang penguatan diplomasi sosial di tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana juga meninjau langsung Pos Komando Taktis (Kotis) serta memberikan pengarahan kepada para perwira.
Mayjen TNI Piek Budiyakto menyampaikan sejumlah evaluasi dan penekanan agar setiap kegiatan latihan dilaksanakan secara realistis dan disesuaikan dengan karakteristik medan operasi yang akan dihadapi di wilayah Papua.
Selain aspek militer, Pangdam IX/Udayana juga menekankan pentingnya pembinaan teritorial dan kegiatan kemanusiaan selama pelaksanaan tugas.
Dirinya mengingatkan agar setiap prajurit tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga turut berperan dalam membantu masyarakat di sekitar wilayah tugas, seperti kegiatan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal yang menjadi bagian dari misi kemanusiaan TNI.
Pangdam IX/Udayana menutup arahannya dengan pesan bahwa keberhasilan tugas bukan hanya diukur dari capaian taktis, tetapi juga dari seberapa besar kehadiran prajurit TNI membawa rasa aman dan manfaat bagi rakyat di perbatasan negeri.
Untuk diketahui, Para personel menyatakan kesiapan penuh untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan dengan menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin, dan loyalitas terhadap negara. (Ronny)




