DENPASAR, The East Indonesia – Tanpa terasa Ikatan Keluarga Lamaholot (IKL) Bali kini berusia 55 tahun, dan hadir sebagai organisasi tertua di lingkungan Flobamora Bali.
Bertempat di wantilan Swaka Prema Desa Adat Renon, Denpasar, Minggu 9 November 2025, jajaran Pengurus IKL Bali dilantik oleh Ketua Umum Flobamora Bali Herman Umbu Bily.
Pelantikan Ketua Umum IKL Bali Yoseph Pati Padak dan jajaran pengurus masa bakti 2025-2028 disaksikan oleh Bupati Flotim Anton Doni Dihen, Ketua Rumah Flobamora Indonesia, Yoseph Yulius “Yusdi” Diaz, Ketua Umum Flobamora Bali Herman Umbu Bily dan jajaran pengurus, Ketua PENA NTT, Agustinus Apollonari KD, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Denpasar, Igo Kleden.
Hadir juga ketua ketua unit Flobamora Bali dan para tokoh tokoh masyarakat di Kota Denpasar dan sekitarnya.
Ketua IKL terpilih, Yoseph Pati Padak dalam sambutan mengatakan momen 55 tahun IKL Lamaholot merupakan hari yang spesial karena kehadiran orang nomor satu dari Kabupaten Flores Timur yakni Bupati Flotim, Anton Doni Dihen.
“Ulang tahun Lamaholot ke 55 momentum spesial bagi warga Lamaholot Bali. Baru kali ini Bupati Flores Timur hadir dalam acara ulang, dan ini pertama kali kahadiran orang tua kami melihat anak anaknya di Denpasar, Bali,” kata Yoseph Boleng sapaan akrabnya.
Temukung (sesepuh) IKL Bali Yoseph Yusdi Diaz dalam sambutan mengatakan IKL dari ulang tahun pertama di tahun 1971 sampai hari punya jejak digital.
“Lamaholot Bali itu punya sprit duka dan suka. Bukan suka dan duka. Karena ikatan ini ada berawal dari orang yang sakit sehingga spritnya duka dan suka,” kata Yusdi Diaz.
Pemerintah NTT mengajak diaspora NTT membantu pemrov Bali dengan menjadi warga yang baik di Bali.
“Yang bisa kita bantu yakni warga kita yang datang ke Bali dengan memberi informasi tentang hal hal baik. Dan saya berharap ke depan warga Lamaholot tetap solid dan kompak,” pesan Yusdi.
Bupati Flores Timur (Flotim) Anton Doni Dihen mengatakan pulaj Bali punya posisi strategis bagi NTT khususnya Flotim karena terkait rencana ke depan.
Karena Flores Timur akan merangkul dan bersinergi dengan diaspora Lamaholot yang ada di Bali untuk berbagai sektor khususnya pariwisata dan ekonomi.
“Saya pegang janji untuk hadir bersama masyarakat Lamaholot di Bali. Walaupun mesti tabrak sana sini dengan agenda yang lain, tapi saya tetap hadir bersama untuk warga Lamaholot di Bali,” kata Bupati Anton Doni Dihen mengawali sambutan.
Kata Bupati Anton Doni komunitas Tite Hena di Jakarta tak semeriah Lamaholot di Bali karena ada dibawah Flobamora. “Tite Hena di Jakarta tak sehidup Lamaholot di Bali. Dan pertahankan ini agar Lamaholot di Bali dan diasporan Flotim tetap dan semangat dan hidup di Bali,” pesan Bupati Anton Doni. (*)


