Thursday, January 15, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pembinaan Kemandirian, Lapas Atambua Panen Semangka Hasil Produktivitas WBP

ATAMBUA, The East Indonesia – Sektor pembinaan di bidang pertanian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua tak henti-hentinya menunjukkan hasil yang membanggakan.

Berkat ketekunan dan perawatan optimal dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lapas Atambua kembali menggelar panen raya buah Semangka, di lahan luar tembok Lapas seluas 3.500 M2, pada hari Kamis, 27 November 2025.

Hal ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian.

Program budidaya semangka ini telah agenda rutin pembinaan kemandirian warga binaan sejak lama dan terus dikembangkan hingga saat ini.

Para WBP dibimbing secara langsung oleh Petugas dalam setiap tahapannya, mulai dari penyiapan lahan, penanaman bibit, pemupukan, pengendalian hama, hingga proses panen.

Dengan bekal keterampilan tersebut, diharapkan mereka memiliki peluang usaha di bidang pertanian setelah kembali ke masyarakat.

Keberhasilan panen semangka ini menjadi bukti bahwa program pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga membekali WBP dengan keterampilan nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Lapas Atambua berkomitmen untuk terus memperluas sektor pembinaan yang produktif, khususnya di bidang hortikultura dan kegiatan kerja lainnya, yang berdampak langsung pada peningkatan kemampuan kerja warga binaan.

Dengan pelaksanaan program seperti ini, Lapas Kelas IIB Atambua semakin memperkuat perannya dalam menciptakan proses pemasyarakatan yang humanis, konstruktif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.

Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Bambang Hendra Setyawan menegaskan pentingnya kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.

“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat berguna bagi masa depan. Pertanian merupakan salah satu sektor potensial yang dapat menopang perekonomian masyarakat. Melalui panen semangka ini, kami berharap para WBP semakin percaya diri untuk kembali dan berkarya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir, menerangkan hasil panen langsung dipasarkan di showroom Lapas Atambua.

“Penjualan ini turut berkontribusi dalam peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan mendukung keberlanjutan program pembinaan. Selain itu, masyarakat yang datang ke showroom dapat melihat langsung bahwa WBP memiliki kemampuan kerja, kreativitas, serta etos belajar yang baik. Interaksi positif antara masyarakat dan WBP ini diharapkan mampu mengurangi stigma negative WBP di mata masyarakat,” jelasnya.

Salah seorang warga binaan, Dedy menyampaikan rasa syukur dan bangganya telah dilibatkan dalam pengelolaan lahan semangka ini.

“Saya merasa mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat untuk masa depan saya. Dari kegiatan ini, saya belajar disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Semoga setelah bebas, saya dapat membuka usaha pertanian sendiri,” ucapnya. (Ronny)

Popular Articles