Thursday, January 15, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Tingkatkan Pengetahuan dan Jaringan Politik, PSI Belu Jadi Parpol Pertama Gelar Dikpol

ATAMBUA, The East Indonesia – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Belu menggelar Pendidikan Politik bagi konstituen dengan tema “Meningkatkan Pengetahuan Politik dan Membangun Jaringan untuk Pemilihan Umum”.

Kegiatan ini menjadikan PSI Kabupaten Belu sebagai partai politik pertama yang menggelar Pendidikan Politik bagi konstituen di tahun 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Lewalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Jumat 28 November 2025 tersebut menghadirkan pemateri dari berbagai unsur, yaitu Kepala Badan Kesbangpol Belu Apolinaris M. Susar, Komisioner KPU Belu Yoni Arianto Neolaka, serta akademisi STISIP Fajar Timur yang juga Dewan Pembina PSI Belu, Silvester Mali.

Turut hadir PJ Kepala Desa Lewalutolus Fransiskus Beas, Ketua PSI Belu Yohanis Siku, Sekretaris PSI Belu Marselino Kardoso, perangkat desa, dusun, RT/RW, dan masyarakat Lewalutolus.

Komisioner KPU Belu, Yoni Arianto Neolaka, mengawali materinya tentang Sistem Pemilu di Indonesia dengan memberikan apresiasi kepada PSI.

“Dari sekian partai yang ada di Kabupaten Belu, PSI menjadi yang pertama melaksanakan pendidikan politik tahun ini. Tantangan terbesar pemilu adalah rendahnya kesadaran politik masyarakat. Pemerintah melakukan pembinaan, partai politik memberi pendidikan politik, dan KPU melayani peserta serta pemilih,” jelasnya.

Ia berharap materi yang diberikan dapat menjadi modal masyarakat dalam menghadapi pesta demokrasi mendatang.

Kaban Kesbangpol Belu, Apolinaris M. Susar, mengapresiasi langkah PSI Belu yang menyelenggarakan pendidikan politik langsung di desa.

“Pendidikan politik biasanya digelar di kota kabupaten, tetapi hari ini PSI membawa kegiatan ini sampai ke desa. Ini langkah berani dan patut diapresiasi. Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan politik, dan partai politik wajib memberi pendidikan politik kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam materinya, ia juga memaparkan Empat Pilar Kebangsaan dan pentingnya membangun karakter politik yang sehat di tingkat akar rumput.

Dalam arahannya, Ketua PSI Belu, Yohanis Siku, menegaskan bahwa partai politik memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Hari ini kita hadir untuk memberikan pemahaman politik agar masyarakat tidak lagi ‘memilih kucing dalam karung’. Selama ini minimnya pendidikan politik membuat masyarakat kurang memahami proses demokrasi. PSI mengambil langkah baru agar pada saat hari H pemilihan, masyarakat benar-benar siap,” tegasnya.

Dirinya berharap kegiatan ini menjadi awal untuk gerakan pendidikan politik yang lebih luas di desa-desa lain di Kabupaten Belu.

Sementara itu, Dewan Pembina PSI Belu, Silvester Mali, yang juga Dosen STISIP Fajar Timur, menyampaikan materi bertema Peran Partai Politik.

“Partai politik adalah sarana masyarakat untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat. Kehadiran PSI di sini menunjukkan komitmen memberikan pencerahan politik demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Dalam penutupan acara, PJ Kepala Desa Lewalutolus Fransiskus Beas sebagai perwakilan masyarakat dirinya menyampaikan apresiasi kepada Partai PSI Kabupaten Belu.

“Atas nama warga, kami berterima kasih. Dengan sosialisasi seperti ini, masyarakat semakin paham sistem demokrasi. Harapannya PSI terus melakukan pendidikan politik di desa-desa lain di Belu, dan partai lain juga mengikuti langkah yang sama,” pungkasnya.(Rony)

Popular Articles