Saturday, February 21, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kardinal Ignatius Suharyo Hadjoatmodjo Pimpin Misa Penthabisan Gereja Santa Maria Goreti Lurasik di Timor-NTT

ATAMBUA, The East Indonesia – Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo didampingi Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr memimpin Misa Penthabisan Gereja Santa Maria Goreti Paroki ST. Petrus & ST. Paulus Lurasik di Timor- Provinsi NTT, Senin, 15 Desember 2025.

Berdiri atas bukit, Gereja Santa Maria Goreti Paroki ST. Petrus & ST. Paulus Lurasik terletak di Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Penthabisan Gereja Santa Maria Goreti Paroki ST. Petrus & ST. Paulus Lurasik ini didahului dengan acara pengguntingan pita oleh Mgr Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo dengan didampingi oleh Mgr. Dominikus Saku, Pr dan juga Ketua Perkumpulan ‘Himpunan Bersatu Teguh’ sebagai donatur Bapak Andreas Sofiandi.

Selanjutnya dilakukan penyerahan kunci Gereja Santa Maria Goreti Paroki ST. Petrus & ST. Paulus Lurasik secara simbolis dari Ketua Perkumpulan ‘Himpunan Bersatu Teguh’ sebagai donatur Bapak Andreas Sofiandi kepada Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr dan kemudian diberikan kepada Pastor Paroki Santa Maria Goreti Paroki ST. Petrus & ST. Paulus Lurasik, Rm.. Urbanus Hala, Pr.

Setelah itu dilakukan penandatanganan Prasasti oleh Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo; Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr; Gubernur NTT, Melki Laka Lena; dan Ketua Perkumpulan ‘Himpunan Bersatu Teguh’ sebagai donatur Bapak Andreas Sofiandi.

Usai acara tersebut, upacara Penthabisan Gereja ini langsung dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi Kudus yang dihadiri ribuan umat Gereja Santa Maria Goreti Paroki ST. Petrus & ST. Paulus Lurasik.

Selain umat Katolik dari Gereja Santa Maria Goreti Paroki ST. Petrus & ST. Paulus Lurasik, Misa Kudus ini dihadiri pula oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan rombongan; Wakil Gubernur Papua Tengah; Kajati NTT, Bupati TTU, Bupati Belu, Bupati Malaka dan Ketua TP PKK Belu, Kapolres TTU, Dandim 1605/Belu, Wakapolres Belu, para donatur, biarawan-biarawati, para Imam Keuskupan Atambua dan undangan lainnya yang datang dari berbagai tempat.

Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo dalam kotbahnya mengatakan bahwa semua yang berbahagia pada sore hari ini dapat merayakan Ekaristi, merayakan iman, merayakan harapan, merayakan kasih kita yang ditandai dengan pemberkatan gereja yang indah ini.

“Kita ingin mempersembahkan kepada Tuhan Gereja yang sudah dibangun secara istimewa ini yang dibangun katanya hanya 4 bulan. Padahal membangun gereja seperti ini membutuhkan waktu yang jauh lebih lama,” pungkasnya.

Kardinal Ignatius Suharyo menyampaikan bahwa saat ini kita diajak untuk bersama-sama dengan para pemrakarsa dan semua yang terlibat di dalam pembangunan Gereja ini untuk mempersembahkan semua jerih lelah kita sehingga kita dapat menyelesaikan pembangunan rumah ini.

Dilanjutkan, berbagai macam pengorbanan sekarang ini berubah menjadi kegembiraan, bukan hanya kegembiraan karena sudah selesai pembangunannya tetapi karena dengan selesainya pembangunan gereja ini kita semu dapat memuliakan Tuhan secara lebih meriah.

“Karena itulah menurut keyakinan iman Gereja Katolik, untuk itulah kita diciptakan untuk terus mengabdi dan memuji Tuhan,” urainya.

Diakhir Khotbahnya, Kardinal Ignatius Suharyo berdoa agar dengan gereja yang baru ini bisa semakin bertumbuh dan menjadi sempurna iman umat yang ada di Gereja Santa Maria Goreti Paroki ST. Petrus & ST. Paulus Lurasik di Timor- Provinsi NTT.

“Semoga gereja yang baru ini dan pada hari ini diresmikan dan diberkati menjadi tempat kita dapat mendengarkan panggilan Yesus untuk bertumbuh menjadi semakin sempurna dalam kasih semakin sempurna dalam kesucian semakin sempurna menjadi seperti Kristus Tuhan,” tutupnya.

Untuk diketahui sebelumnya diberitakan, Sungguh menakjubkan dan patut diapresiasi setinggi-tingginya semangat kebersamaan dan iman yang membara dari Para Gembala, Donatur dan umat Gereja Santa Maria Goreti Paroki ST. Petrus & ST. Paulus Lurasik di Timor-NTT.

Berdiri megah di atas bukit, Gereja Santa Maria Goreti Paroki ST. Petrus & ST. Paulus Lurasik bukan sekadar bangunan fisik, melainkan monumen hidup dari keteguhan iman yang luar biasa.

Pembangunan gereja yang monumental ini hanya dalam waktu empat bulan adalah sebuah prestasi yang hampir mustahil tanpa adanya campur tangan Yang Maha Kuasa dan kerja keras tanpa lelah dari seluruh elemen baik para Gembala Umat, Donatur dan Umat setempat.

Kehadiran 58 patung yang berdiri tegak, masing-masing memancarkan makna spiritual, menambah semarak keagungan tempat ibadah Umat Katolik ini.

Berlokasi strategis di atas bukit, Gereja ini seolah menjadi mercusuar iman yang menerangi seluruh wilayah sekitar.

Sejarah berdirinya Gereja ini yakni Pada tahun 1983 terbentuk Paroki Biboki Utara berdasarkan surat keputusan Uskup Atambua Mgr.Antonius Pain Ratu No. 228.13012083 dan menunjuk Pater Jerry Laningan SVD seorang Misionaris dari Irlandia sebagai Pastor Paroki.

Selanjutnya pada tahun 1984 dibentuk Panitia pembangunan Gereja dengan lokasi di Desa Hauteas.

Pada tahun 1985 berdasarkan surat keputusan Uskup Atambua Mgr. Antonius Pain Ratu no. 72 tanggal 25 Februari 1985 nama Paroki Biboki Utara berganti nama menjadi Paroki St.Petrus dan St.Paulus.

Sejak terbentuknya Panitia pembangunan Gereja ditahun 1984, pembangunan Gereja baru dapat dimulai pada pada tahun 1988 yang penyelesaian pembangunannya – berlangsung selama 7 Tahun dikerjakan secara Swadaya Umat.

Selanjutnya diresmikan dan ditabiskan penggunaannya oleh Bapak Uskup Atambua Mgr. Antonius Pain Ratu, SVD pada tanggal 21 Juli 1995 dengan nama Gereja Santa Maria Goreti.

Setelah masa tugas Pater Jerry Lanigan SVD berakhir ditahun 1996, digantikan oleh kepala Paroki yang penggantinya diisi oleh Rm. Yosef Ukat. Pr. (1996-1998).

Kemudian secara berturutan digantikan Rm. Henridrikus Hale, Pr. (1998-2002); Rm. Yakobus Kusi, Pr. (2003) Rm.Stefanus Sila, Pr (2003-2007); Rm. Yohanes Oki, Pr. (2007-2021), dan di tahun 2021 Rm. Urbanus Hala, Pr ditunjuk sebagai Pastor Paroki pengganti.

Setidaknya 30 tahun telah berlalu, kondisi bangunan Gereja tentu sudah sangat tidak layak akibat rusak termakan usia.

Namun rencana akan membangun bangunan Gereja yang telah rusak tidak dapat terwujud dikarenakan tidak memiliki sumber dana yang mencukupi meskipun pada tahun 2024 telah terbentuk Panitia pembangunan yang diketuai Bp. Yulius Layansari bersama Rm. Inosensius Nahak Berek, Pr.

Suatu kesempatan, pada Bulan Juni 2025, saat acara Bakti sosial Operasi Mata di Kota Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan di Pulau Nias, Sumatera Utara, Indonesia, berangkatlah Rm. Inosensius Nahak Berek, Pr kesana atas persetujuan Pastor Paroki Rm. Urbanus Hala, Pr.

Dalam suatu momen dalam acara Baksos di Kota Teluk Dalam tersebut, Rm. Ino Nahak Berek dengan Bp. Andreas Sofiandi dan menyampaikan permasalahan kondisi bangunan Gereja Lurasik yang kondisi bangunan dalam keadaan rusak dan tidak layak untuk digunakan.

Momen ini pun berlalu begitu saja. Masing-masing balik ke tempat asalnya dan hanya menyapa lewat Handphone.

Pada tanggal 07 Juli 2025 Bp. Andreas Sofiandi memutuskan dan datang berkunjung serta melihat langsung kondisi bangunan Gereja Lurasik.

Saat itu Bp. Andreas Sofiandi menyatakan atas nama Himpunan Bersatu Teguh akan membiayai untuk membangunkan Gereja Santa Maria Goreti Paroki ST. Petrus & ST. Paulus Lurasik yang baru.

Dalam waktu cepat, saat itu dilakukan peletakan batu pertama pembangunan oleh Uskup Mgr. Dominikus Saku Pr.

Tepatnya pada tanggal 01 Agustus 2025 bangunan Gereja lama dirobohkan dilanjutkan dengan pembangunan Gereja baru yang seluruh bahan konstruksi bangunan dibuat dan didatangkan dari Jakarta dan sekitarnya. (Ronny)

Popular Articles