ATAMBUA, The East Indonesia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi potensi bencana melalui penguatan tiga pilar utama: Logistik, Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi), dan TRC (Tim Reaksi Cepat).
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Pelaksana BPBD Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty, guna memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan terkoordinasi.
Menurut dokter Ansilla Mutty, ketiga elemen ini bekerja dalam satu rantai komando yang sistematis.
“TRC akan melaporkan situasi melalui kaji cepat di lapangan, data tersebut diolah oleh Pusdalops sebagai ‘jantung’ informasi, dan kemudian Bidang Logistik menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan dasar korban di titik bencana,” jelasnya.
Saat ini, BPBD Belu mencatat kejadian pohon tumbang sebagai kasus yang paling sering terjadi, baik di fasilitas umum maupun lahan pribadi.
Sebagai langkah preventif, drg. Ansilla mengimbau warga yang memiliki pohon besar dan berisiko tumbang untuk segera menghubungi BPBD agar dilakukan pemotongan.
Untuk mendukung pelayanan, BPBD Belu telah mengaktifkan Posko 24 Jam yang berfungsi sebagai pusat komando dan pemantauan nonstop.
Masyarakat dapat melaporkan kejadian darurat atau meminta bantuan mitigasi melalui nomor layanan cepat di +62 822-6610-6808.
“Ke-3 hal ini sudah siap semua. Saya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Provinsi untuk dukungan tambahan jika terjadi kekurangan,” tambah drg. Ansilla.
Selain kesiapan personel dan armada, atas disposisi Bupati Belu, BPBD saat ini tengah menyusun pengajuan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) untuk memperkuat ketersediaan kebutuhan darurat bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Kabupaten Belu. (Ronny)

