Thursday, January 29, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Wujudkan Mimpi Lewat Kursus, Murid LKP Bali Siap Taklukkan Industri Global

GIANYAR, The East Indonesia — Di balik kemeriahan acara pelepasan lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) se-Provinsi Bali, tersimpan banyak kisah tentang kegigihan dan harapan. Selasa (27/1), bertempat di Overseas Training Center (OTC) Bali Gianyar, lebih dari seribu murid resmi dilepas untuk memulai karier profesional di Amerika Serikat, Jepang, Turki, hingga berbagai negara di Eropa. Momen ini bukan sekadar seremoni keberangkatan, melainkan bukti nyata transformasi pendidikan nonformal di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mencetak SDM unggul.

Penanggung Jawab LKP OTC Bali, I Wayan Rediyasa, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensi lembaga dalam mendidik para murid agar kompetensinya sejalan dengan kebutuhan industri. Ia menekankan bahwa keberhasilan para lulusan dari berbagai LKP di Bali ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Rediyasa optimistis bahwa para lulusan ini akan menjadi tulang punggung keluarga sekaligus menjadi representasi unggul SDM Indonesia di kancah internasional.

“Fokus kami di bidang perhotelan dan tiap tahun rutin melatih peserta didik dengan kebutuhan industri. Tahun lalu kami mengirimkan 3.000 lulusan ke luar negeri. Tahun ini terdapat 1.000 lulusan yang berkarier ke luar negeri untuk batch pertama,” ungkap I Wayan Rediyasa.

Direktur LKP OTC Denpasar, Ngakan Putu Perwita, menambahkan bahwa kunci keberhasilan penyerapan tenaga kerja ini terletak pada struktur program yang intensif. Selama satu tahun, para murid menjalani enam bulan pembelajaran teori di kampus dan enam bulan praktik kerja nyata atau magang. Strategi ini terbukti efektif karena banyak murid yang langsung ditawari posisi permanen oleh perusahaan bahkan sebelum masa magang mereka usai.

“Kualitas kinerja mereka dianggap sebagai ‘latihan terbaik’ oleh industri. Jurusan kuliner dan tata graha (housekeeping) saat ini menjadi yang paling diminati, baik untuk penempatan di hotel berbintang maupun kapal pesiar mewah,” ujar Ngakan yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur II Politeknik OTC. Ia mencatat bahwa pada tahun 2025 saja, hampir 3.000 peserta didik menimba ilmu di jaringan LKP mereka, dengan konsentrasi terbesar berada di cabang Denpasar.

Kisah inspiratif datang dari Ni Komang Sinta Ami, lulusan jurusan kuliner dari OTC Klungkung. Gadis yang mengambil program Diploma 2 ini akan segera berangkat pada Maret mendatang. Bagi Sinta, beralih dari jurusan Front Office saat SMK ke bidang kuliner di LKP adalah tantangan besar yang mengubah hidupnya. Selama pelatihan, ia digembleng melalui teori dan praktik intensif demi mengasah hobinya memasak menjadi keahlian profesional.

“Dunia dapur itu keras, butuh mental dan fisik yang kuat. Kita tidak boleh ‘baper’ atau terlalu sensitif. Moto saya hanya satu: siap tidak siap, harus siap,” ujar Sinta antusias. Ia merasa sangat terbantu oleh pelatihan di OTC yang memberikannya keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

Pengalaman belajar yang berkesan di LKP OTC turut dirasakan oleh Ni Kadek Permata Sari. Ia mengungkapkan bahwa pendidikan di bidang perhotelan telah membekalinya dengan berbagai keahlian, mencakup keterampilan teknis maupun keterampilan nonteknis.

Sari menjelaskan, “Sebelum mengikuti kursus, saya merasa memiliki keterbatasan dalam keterampilan. Namun, setelah menimba ilmu di sini, cara pandang saya terhadap dunia kerja berubah total. Hal itulah yang memantapkan langkah saya untuk bekerja di luar negeri, tepatnya di Amerika Serikat,” tuturnya.

Sementara bagi Leo, lulusan LKP Taruna Samudra, kesempatan bekerja di mancanegara adalah perwujudan mimpi yang telah lama ia rawat. Pemuda yang dijadwalkan berangkat ke Turki pada Februari 2026 untuk bekerja di sektor perhotelan ini mengakui bahwa menempuh pendidikan di LKP merupakan langkah strategis untuk meraih cita-citanya tersebut.

“Bergabung dengan LKP adalah cara saya mengejar mimpi. Manfaat paling nyata yang saya rasakan adalah pelatihan pariwisata yang lebih mendalam, serta kepemilikan sertifikat dan akses legal untuk bekerja di luar negeri,” ungkap Leo penuh syukur. Sebelum memutuskan kembali menjadi murid demi mendapatkan sertifikasi internasional, Leo sebenarnya telah memiliki bekal pengalaman bekerja sebagai pramusaji (waiter) selama dua tahun.

Menanggapi kisah-kisah para lulusan ini, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menitipkan pesan mendalam. Ia meyakini bahwa wawasan dan inovasi yang didapatkan di mancanegara akan menjadi modal berharga bagi kemajuan bangsa. “Saya berharap, sekembalinya ke tanah air nanti, kontribusi dan pengalaman internasional yang saudara-saudara dapati dapat dipersembahkan demi kemajuan negeri tercinta ini,” pungkasnya.(*)

Popular Articles