Tuesday, February 3, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kariyasa: Tumpukan Sampah di Bali Merupakan Kiriman Dari Luar Saat Air Pasang ‎

SINGARAJA, The East Indonesia – ‎Pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto saat Rakornas di Jakarta menyentil jajaran Pemeritahan di Bali terkait penanganan sampah yang dianggap lambat dan membuat turunnya angka kunjungan wisatawan ke pulau dewata. Menurut Presiden, Pemerintah di Bali baik Gubernur maupun Bupati/ Walikota gerak cepat untuk membersihkan sampah tersebut.

‎Terkait dengan pernyataan Presiden tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Bali, Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan bahwa sampah yang ada di bali terutama di perairan merupakan sampah kiriman dari luar Bali. Itu terjadi ketika air pasang yang menyebabkan banyak sampah kiriman baik kayu maupun sampah plastik menumpuk di pesisir pantai Bali.

‎”Itu sampah kiriman lebih banyak datang ke Bali saat air pasang dan juga ketika terjadi bencana alam beberapa waktu lalu. Begitu ada sampah kiriman pihak Pemerintah Daerah, Pelaku Pariwisata dan juga UMKM yang ada di sekitar pantai juga sudah segera membersihkan sampah itu,” Ujar Kariayasa, Selasa (3/2/2026).

‎Kariyasa mengatakan syukurnya pelaku usaha, umkm dan pemerintah daerah terus melakukan upaya pembersihan dilapangan untuk membersihkan sampah ini. Kan tidak mungkin bali yang dikenal dengan pariwisatanya membiarkan sampah di pantai menumpuk karena itu merupakan salah satu jualan pariwisata. Pemerintah daerah sudah berupaya maksimal untuk membersihkan setiap sampah kiriman.

‎”Pantai kan salah satu jualan dari pariwisata kita di Bali, mana mungkin membiarkan sampah menumpuk begitu lama. Harusnya pemerintah pusat turun kelapangan crosscek kebenaran sebelum ada pernyataan tersebut,” imbuhnya.

‎Bali sangat mencintai NKRI, syukur-syukur tidak meminta sebagai daerah otonomi khusus. Harusnya pemerintah pusat turun langsung kelapangan cek kebenaran dilapangan dan jangan hanya mendengar dari masukan bawahan. Harusnya Bali yang menyumbang devisa tertinggi kepada negara diberikan perhatian lebih serius untuk kepentingan pariwisata.

‎”Bali penyumbang devis tertinggi kepada negara harusnya diberikan perhatian lebih dong untuk kemajuan pariwisata. Syukur tidak ada niat ke otonomi khusus, karena Bali cinta NKRI,” lanjut Kariayasa.

‎Lebih lanjut Kariyasa menambahkan, yang terjadi kemarin pembersihnya itu kan pantai sudah tidak kotor lagi. Jangan sampai ini ada kepentingan politik lain untuk menyerang Bali yang dikenal dengan basisnya PDI Perjuangan. Karena PDI Perjuangan selama bencana getol membantu penanganan bencana di berbagai daerah.

‎”Jangan sampai ini ada agenda lain terutama agenda politik untuk kepentingan tertentu,” pungkasnya.(Wis)

Popular Articles