Saturday, February 14, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Perkuat Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen Akselerasi Pembelajaran Mendalam yang Berkesadaran

DEPOK, The East Indonesia — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat berbagai program prioritas pendidikan pada tahun 2026. Fokus utama dalam agenda transformasi ini diarahkan pada upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas secara angka, tetapi juga bermakna bagi setiap anak bangsa.

Dalam pembukaan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan bahwa program prioritas seperti revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru tetap menjadi pilar utama. Menurutnya, capaian tahun-tahun sebelumnya telah menjadi fondasi penting untuk melakukan akselerasi program ke depan.

Salah satu terobosan besar yang terus diperluas adalah pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Sepanjang tahun 2025, lebih dari 52 ribu kepala sekolah telah mengikuti pelatihan untuk memimpin transformasi pembelajaran, disertai 186 ribu pendidik dan tenaga kependidikan yang berhasil menuntaskan pelatihan. Ke depan, perluasan implementasi Pembelajaran Mendalam akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas proses belajar mengajar. Langkah ini diambil karena Kemendikdasmen meyakini bahwa kunci generasi Indonesia Emas 2045 terletak pada guru yang berkualitas dan sistem pembelajaran yang berkesadaran.

“Inisiatif pembelajaran mendalam kami lakukan agar proses belajar menjadi lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu,” tegas Menteri Mu’ti dalam pidato pembukaannya.

Mengubah Stigma dan Memanusiakan Murid

Implementasi Pembelajaran Mendalam mulai menunjukkan dampak positif di satuan pendidikan, terutama dalam mengubah persepsi murid terhadap mata pelajaran yang selama ini dianggap sulit. Angga Dwi Pratama, seorang guru matematika di SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading, Surabaya, menceritakan pengalamannya dalam menerapkan metode ini sejak awal 2025.

Menurut Angga, salah satu tantangan terbesar dalam pembelajaran adalah stigma murid terhadap mata pelajaran tertentu, seperti matematika. Melalui Pembelajaran Mendalam, guru didorong untuk memantik rasa ingin tahu murid dengan mengangkat isu-isu hangat dan nyata sebagai pintu masuk menuju pemahaman konsep.

“Dulu anak-anak kalau dengar jam matematika sudah mengeluh. Sekarang, before-after-nya jelas sekali. Mereka lebih antusias karena penasaran hari ini kita akan bahas isu apa lagi. Belajar itu sekarang tujuannya bukan sekadar untuk lebih tahu sesuatu, tapi untuk menyelesaikan masalah atau mencari solusi. Itulah yang membuat mereka berkesadaran untuk belajar,” jelas Angga.

Ia juga menambahkan bahwa peran guru sangat penting dalam metode ini. Guru tidak boleh hanya terpaku pada materi teknis, tetapi juga rajin berliterasi dan peka terhadap fenomena yang sedang tren di kalangan generasi Z dan Alpha agar diskusi di kelas tetap relevan dan hidup.

Senada dengan hal tersebut, Eko Wahyudi, Kepala Seksi Penyelenggaraan Pendidikan SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menilai bahwa Pembelajaran Mendalam yang mulai efektif di wilayahnya pada semester 2025/2026 ini memberikan napas baru. “Kesan saya, metode ini sangat cocok karena lebih memanusiakan murid. Meskipun tantangannya ada pada pendampingan guru, kami optimistis murid akan lebih memahami konsep secara mendalam dan semangat dalam berkolaborasi,” ujar Eko.

Komitmen Pelatihan dan Tantangan Adaptasi

Di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Pembelajaran Mendalam telah menyentuh 140 guru dan kepala sekolah melalui metode pelatihan intensif. Cik Aden, Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, mengungkapkan bahwa banyak guru merasa ‘tercerahkan’ dengan pendekatan ini.

“Para guru sangat antusias, bahkan ada yang merasa metode ini sangat relevan dan berkomitmen penuh. Meski ada kekhawatiran terkait standar penerapan yang benar di kelas, kami terus mendorong pengimbasan ke sekolah-sekolah sekitar agar semangat ini menular,” tutur Cik Aden. Ia berharap, melalui metode ini, murid tidak hanya memiliki kemampuan berpikir kritis dan inovatif, tetapi juga terbiasa bekerja mandiri dan reflektif.

Kreativitas Lokal dan Harapan dari Daerah

Dukungan terhadap Pembelajaran Mendalam juga datang dari wilayah timur Indonesia. Jantje, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menilai pendekatan ini sangat menyenangkan karena memberikan ruang bagi guru untuk kreatif.

“Konsep ini sangat menyenangkan dalam meningkatkan kualitas hasil murid karena diterapkan sesuai tingkat kemampuan masing-masing. Guru secara kreatif mendesain pembelajaran sesuai kondisi dan latar belakang murid yang berbeda-beda,” ungkap Jantje.

Jantje berharap pemerintah pusat dan daerah terus bersinergi, termasuk dalam penyediaan sumber daya pendukung, mulai dari buku teks hingga nonteks yang relevan dengan metode Pembelajaran Mendalam. Ia juga mengusulkan agar semangat ini ditularkan secara sebaya melalui pembentukan “Duta Pembelajaran Mendalam” di kalangan murid.

Melalui sinergi antara visi besar pemerintah pusat dan dedikasi para guru di sekolah, Kemendikdasmen optimistis bahwa Pembelajaran Mendalam akan menjadi roh baru bagi pendidikan nasional, sebuah sistem yang tidak hanya mengejar nilai, tetapi menumbuhkan manusia-manusia yang utuh dan berdaya saing global.(*)

Popular Articles