Saturday, February 14, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Mendikdasmen Apresiasi Kabupaten Buleleng, Internalisasikan 7 KAIH melalui Senam Kreasi

SINGARAJA, The East Indonesia – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan rasa bahagianya saat menyaksikan langsung kreativitas senam anak-anak di Kabupaten Buleleng, Bali. Dalam lawatannya, Mendikdasmen memberikan apresiasi atas inisiasi masyarakat mengkreasikan gerakan senam yang terinspirasi dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).

Mendikdasmen optimistis, melalui ide kreatif (senam), 7 KAIH makin populer di tengah masyarakat Indonesia. “Saya merasa sangat berbahagia, ternyata senam kreasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang baru saya temukan di sini. Kalau bisa ada videonya untuk senam 7 KAIH itu, kami akan coba populerkan menjadi senam anak Indonesia tingkat nasional,” ujar Menteri Mu’ti setelah melaksanakan pagi ceria bersama ratusan murid di Taman Kota Singaraja, Bali, Jumat (13/2).

Menurut Mendikdasmen, selain Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), senam kreasi yang ditampilkan anak-anak Kabupaten Buleleng memiliki lagu dan gerakan yang cocok untuk dilakukan anak-anak. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan para pendidik atas kreativitas yang lahir di Buleleng.

“Senam kreasi tadi, selain lagunya juga enak, gerakannya juga cocok untuk anak-anak. Terima kasih atas kreativitasnya dan inilah yang selalu saya temukan setiap kali saya berkunjung ke daerah. Saya selalu menemukan kreativitas dan dedikasi yang sangat tinggi dari insan pendidikan di seluruh Indonesia dan ini merupakan modal intelektual dan modal sosial untuk kita mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ungkap Menteri Mu’ti.

Pesan Motivasi Mendikdasmen untuk Murid di Buleleng

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga memberikan motivasi kepada para siswa agar memiliki cita-cita yang tinggi tanpa merasa terbatas oleh kondisi geografis atau latar belakang daerah. “Jadilah kalian anak-anak yang bercita-cita yang tinggi. Bercita-citalah yang setinggi-tingginya. Jangan merasa karena orang Buleleng yang jauh dari ibu kota, kemudian tidak punya cita-cita. Jangan karena merasa menjadi anak desa, kemudian kalian berhenti untuk menjadi anak-anak yang hebat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menekankan pentingnya rasa percaya diri sebagai kunci utama dalam mengembangkan potensi diri. Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan bakat yang bisa dikembangkan.

“Yang pertama, percaya diri. Kalian harus punya rasa percaya diri, karena kalian semua punya kemampuan, kalian semua punya bakat, dan karena itu maka dengan percaya diri, kalian bisa mengembangkan kemampuan dan bakat kalian. Ada yang punya bakat akademik, bakat hebat di matematika, ada yang punya bakat seni, ada yang punya bakat olahraga, dan bakat-bakat yang lainnya, semuanya adalah kemampuan yang kalian semua bisa mengembangkannya dengan percaya diri,” pungkas Mendikdasmen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mendikdasmen di Kabupaten Buleleng serta menjelaskan latar belakang lahirnya senam kreasi tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bapak Menteri di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Jadi pada kesempatan ini, semenjak informasi yang kami terima bahwa Bapak Menteri akan hadir di Buleleng, kami bersama jajaran para guru menyiapkan sebuah senam kreativitas yang mengambil dari salah satu program Bapak Menteri yakni 7 KAIH. Sehingga pada hari ini kita sudah siap melaksanakan senam bersama Bapak Menteri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa senam kreasi 7 KAIH tersebut diciptakan bersama anak-anak dan guru untuk memudahkan pemahaman terhadap 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. “Kita menciptakan bersama dengan anak-anak, para guru, supaya anak-anak lebih mudah memahami 7 KAIH. Jadi dari mulai bangun pagi, kemudian beribadah, berolahraga, kemudian makan sehat, gemar belajar, kemudian juga bermasyarakat, dan akhirnya mereka harus tidur lebih awal untuk mempersiapkan diri agar bangun pagi sudah siap memulai pembelajaran di sekolah,” jelasnya.

Ida Bagus Gde menjelaskan bahwa saat ini seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Buleleng telah mengimplementasikan 7 KAIH dan secara bertahap terus dilakukan pemantauan.

“Saat ini semua satuan pendidikan sudah mengimplementasikannya. Dan secara bertahap kita monitoring bahwa setiap sekolah itu melaksanakan setelah pagi. Kemudian saat pagi hari, mereka ada yang melakukan assignment, ada yang melakukan literasi juga. Nah ini sudah menjadi sebuah proses pembiasaan kepada anak-anak kita,” ucap Ida Bagus Gde.

Popular Articles