ATAMBUA, The East Indonesia – Dedikasi tanpa batas ditunjukkan oleh BPBD Kabupaten Belu yang tetap terjaga di saat libur akhir pekan bertepatan dengan hari kasih sayang.
Di bawah komando taktis Kalak BPBD Belu, Ibu dokter Maria Ansilla F. Eka Mutty, Tim Reaksi Cepat dan semua Kabid BPBD membuktikan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama yang tidak mengenal kalender merah.
Menyikapi curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir, langkah proaktif mitigasi bencana diambil dengan melakukan pemangkasan pohon dan ranting yang berisiko tumbang setelah berkoordinasi dengan Camat Kota dan jajaran.
Aksi nyata yang berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026 bertepatan dengan hari Valentine ini menyasar titik-titik krusial di jantung Kota Atambua, termasuk akses vital di seputaran RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua dan area pendidikan TK Kuntum Bahagia, guna menjamin keamanan pengguna jalan serta penghuni fasilitas publik di wilayah perbatasan RI-RDTL tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty saat diwawancarai awak media ini, Sabtu, 14 Februari 202 pada hari ini pihaknya dapat melaksanakan kegiatan mitigasi bencana sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian bersama terhadap keselamatan masyarakat Kabupaten Belu.
“Sejak kemarin, wilayah kita mengalami curah hujan ekstrem yang berpotensi menimbulkan berbagai risiko bencana, khususnya pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan dan masyarakat di sekitar fasilitas umum,” ujarnya.
Mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Belu ini menambahkan bahwa menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Belu mengambil langkah proaktif dengan melakukan pemangkasan pohon dan ranting yang berisiko tumbang.
“Aksi nyata yang kita laksanakan pada hari ini, Sabtu, 14 Februari 2026, bertepatan dengan Hari Valentine, menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak hanya diwujudkan dalam kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata demi keselamatan bersama,” tutur dokter Ansilla.
Kegiatan mitigasi dengan penebangan pohon dan ranting hari ini dilaksanakan di lokasi yang memiliki mobilitas masyarakat tinggi, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus guna menjamin keamanan pengguna jalan serta penghuni fasilitas publik, khususnya di wilayah perbatasan RI–RDTL.
“Kami menyadari bahwa mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, melaporkan potensi bahaya di lingkungan masing-masing, serta bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan,” pungkasnya.
Karenanya, Dokter Ansilla mengharapkan kolaborasi apik dengan instansi dan Lembaga terkait lainnya sebagai cerminan kesiapsiagaan pemerintah dalam meminimalisir risiko bencana sebelum dampak buruk terjadi.
“Terima kasih kepada seluruh tim BPBD dan Damkar dari SatPol PP , Camat Kota dan Lurah terkait serta semua pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Mari kita terus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas dalam menghadapi berbagai potensi bencana demi Belu yang aman, tangguh, dan sejahtera,” pinta Kalak BPBD Belu. (Ronny)


