Friday, February 20, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pipa SPAM Desa Manleten Muncul ke Permukaan, Warga Keluhkan Kualitas Pekerjaan Senilai Rp1,7 Miliar

ATAMBUA , The East Indonesia – Warga Dusun Bauatok, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, melayangkan protes keras terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2025.

Pekerjaan tersebut dinilai tidak sesuai standar teknis karena banyak ditemukan pipa distribusi yang tidak ditanam secara semestinya.

Berdasarkan rekaman video yang diterima redaksi, terlihat jelas pipa-pipa distribusi muncul ke permukaan tanah dan tidak ditimbun kembali oleh pihak pelaksana.

Kondisi ini ditemukan di berbagai titik, mulai dari pekarangan rumah warga hingga pada bagian sambungan keran air. Selain pipa yang muncul di permukaan, warga juga menyoroti kedalaman galian yang dianggap terlalu dangkal sehingga rentan mengalami kerusakan di masa mendatang.

“Seharusnya pihak kontraktor melakukan sosialisasi sebelum pemasangan dan bertanggung jawab mengembalikan kondisi pekarangan rumah kami seperti semula. Galian harus ditutup rapat, bukan dibiarkan terbuka atau hanya diletakkan begitu saja di atas tanah,” keluh salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Untuk diketahui, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui Dinas terkait tengah gencar mengerjakan beberapa proyek SPAM pada Tahun Anggaran 2025.

Salah satunya adalah proyek SPAM di Desa Manleten dengan nilai kontrak mencapai Rp1,7 Miliar.

Proyek ini diproyeksikan untuk menyediakan 100 Sambungan Rumah (SR) secara gratis bagi masyarakat. Namun, besarnya anggaran tersebut dianggap tidak sebanding dengan kualitas pengerjaan di lapangan yang terkesan asal-asalan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Belu segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja kontraktor di Dusun Bauatok agar asas manfaat dari proyek bernilai miliaran rupiah ini dapat dirasakan secara maksimal tanpa merugikan estetika dan keamanan lingkungan warga.

PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu, Ferdinand Hale Kin, ST yang dikonfirmasi awak media, Jumat, 20 Februari 2026 mengaku segera mengecek ke PPK dan akan kembali menyampaikan informasi terkait hal tersebut.

Terpisah, pihak ketiga atau Kontraktor yang mengerjakan SPAM Manleten, Kim Asan alias Boss Kim yang dikonfirmasi lewat telepon WhatsApp mengatakan bahwa dirinya segera memerintahkan pengawas ke lokasi tersebut.

Untuk diketahui bahwa, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu pada Tahun Anggaran 2025 mengerjakan beberapa SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum).

Dengan menggunakan Sumber Dana Alokasi Khusus (DAK), pada Tahun Anggaran 2025 ini dikerjakan SPAM Desa Manleten, SPAM Desa Tukuneno, SPAM Desa Mandeu Raimanus dan SPAM Kelurahan Fatubenao.

SPAM Desa Manleten diketahui dengan nilai kontrak 1,7 Miliar Rupiah yang mana Sambungan Rumah (SR) gratis sebanyak 100 SR.

Sementara SPAM Desa Tukuneno dengan nilai kontrak 1,5 Miliar Rupiah memiliki Sambungan Rumah gratis sebanyak 108 SR.

Selain itu, SPAM Desa Mandeu Raimanus dengan 2,3 Miliar Rupiah mempunyai Sambungan Rumah gratis sebanyak 169 SR.

Sedangkan SPAM Kelurahan Fatubenao dengan nilai kontrak 5 Miliar Rupiah memiliki Sambungan Rumah gratis sebanyak 710 SR. (Ronny)

Popular Articles