Saturday, February 21, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Titik 0 Singaraja Mulai Ditata Ulang, Groundbreaking Resmi Dilaksanakan

SINGARAJA, The East Indonesia – Penataan ulang kawasan Titik 0 Kota Singaraja resmi dimulai Jumat (20/2) dengan pelaksanaan groundbreaking di kawasan Tugu Singa Ambara Raja. Kegiatan ini diawali dengan upacara yang dipuput oleh sulinggih sebagai simbol dimulainya pekerjaan fisik penataan kawasan bersejarah tersebut. Momentum ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna.

Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa penataan Titik 0 Singaraja ini mencakup area Tugu Singa Ambara Raja, lingkungan Kantor Bupati, Rumah Jabatan Bupati, hingga kawasan sekitarnya. Bupati Sutjidra berharap pekerjaan ini dapat berjalan lancar sesuai perencanaan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Hari ini kita melaksanakan ground breaking, peletakan batu pertama penataan Tugu Singa atau penataan Titik Nol Kota Singaraja. Mudah-mudahan ke depan pekerjaan penataan titik nol ini bisa berjalan sesuai dengan harapan kita bersama dan sesuai dengan yang direncanakan,” ujar Sutjidra.

Lebih lanjut, Bupati Sutjidra menjelaskan bahwa penataan Titik 0 Singaraja bertujuan menegaskan kembali pusat awal berdirinya Kota Singaraja. Selama ini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara pasti lokasi titik nol kota. Melalui penataan ini, pemerintah ingin menghadirkan kembali penanda sejarah yang memiliki nilai penting bagi identitas Kota Singaraja.

“Inilah cikal bakal titik nol-nya Kota Singaraja. Banyak yang belum paham dimana sebenarnya pusat Kota Singaraja, dan disinilah titik awalnya Kota Singaraja,” tegasnya.

Dari sisi pendanaan, proyek penataan kawasan Titik 0 Singaraja didukung anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Kabupaten Badung. Anggaran tersebut digunakan untuk pekerjaan fisik penataan kawasan yang ditargetkan selesai dalam waktu beberapa bulan ke depan. Dirinya optimis pelaksanaan proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu sesuai kontrak.

“Anggarannya dari BKK Kabupaten Badung sekitar 25 miliar dan terealisasi 24 sekian miliar. Masa pengerjaannya sekitar 4,5 bulan sampai bulan Juli sesuai kontrak,” jelas Sutjidra.

Penataan kawasan ini juga diarahkan untuk mengembalikan nuansa heritage, khususnya di lingkungan Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati. Beberapa elemen fisik akan dikembalikan seperti kondisi dahulu, termasuk membuka halaman dan menata ulang ruang terbuka hijau agar lebih ramah bagi masyarakat. Kawasan ini nantinya direncanakan menjadi bagian dari city tour Singaraja yang terhubung dengan kawasan puri dan situs bersejarah lainnya.

“Kawasan ini nanti akan menjadi kawasan heritage. Kantor bupati dan rumah jabatan kita kembalikan seperti sedia kala, halaman dibuka untuk ruang terbuka hijau ramah anak, sekaligus mendukung city tour Singaraja,” ungkapnya.

Selama proses pengerjaan, akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas khususnya bagi kendaraan besar dan bus. Bupati Sutjidra menyadari bahwa aktivitas penataan ini berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi masyarakat. Namun demikian, dukungan dan pengertian masyarakat sangat diharapkan demi kelancaraan penataan Titik 0 Singaraja.

“Untuk ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pengerjaan, saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Buleleng dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan,” pungkas Sutjidra.(*)

Popular Articles