SINGARAJA, The East Indonesia – Menjelang Ramadan, pengawasan keamanan pangan takjil di Kabupaten Buleleng mulai digencarkan. Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Wardhani Sutjidra bersama Ketua Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Buleleng Rai Gunawan turun langsung melakukan peninjauan di Jalan Jeruk, wilayah Kampung Anyar, Selasa sore (24/2). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat aman, bermutu, dan layak konsumsi.
Dalam peninjauan ini, Loka POM melakukan pengambilan 16 sampel takjil yang banyak diminati masyarakat. Diantaranya minuman berwarna, kue basah, gorengan, serta berbagai makanan olahan lainnya. Dari jumlah tersebut, enam sampel telah selesai diperiksa. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan kandungan boraks maupun formalin, serta tidak ada penggunaan pewarna tekstil atau pewarna industri berbahaya.
Ny. Wardhany Sutjidra menyampaikan bahwa hasil ini patut disyukuri karena menunjukkan meningkatnya kesadaran pedagang terhadap keamanan pangan. Ia mengingatkan bahwa pada masa lalu masih ditemukan penggunaan pewarna industri untuk makanan, namun kini kondisi tersebut sudah tidak dijumpai.
“Kita bersyukur karena dari hasil sementara tidak ditemukan boraks maupun formalin. Kesadaran para pedagang sudah sangat tinggi,” ujarnya saat ditemui setelah peninjauan.
Meski demikian, Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dalam proses penjualan. Berdasarkan pantauan di lapangan, masih ada pedagang yang menerima uang dan langsung kembali memegang makanan tanpa menggunakan pelindung tangan. Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan kontaminasi.
“Yang perlu menjadi perhatian adalah kebersihannya, terutama saat menerima uang lalu langsung mengambil makanan. Pedagang diimbau menggunakan sarung tangan agar tetap higienis,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pengawasan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Selain pengawasan, edukasi kepada pedagang terus dilakukan agar proses pengolahan makanan semakin bersih dan higienis.
Tak hanya soal keamanan pangan, dalam kesempatan tersebut juga kembali digaungkan pentingnya pengelolaan sampah melalui program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (PADAS). Edukasi ini bahkan telah dikenalkan sejak dini kepada anak-anak melalui kegiatan sekolah dan lomba anak PAUD.
“Harus juga kita sambil tekankan terkait pengelolaan sampah. Jadi program PADAS maupun PSBS itu memang selalu harus kita dengung-dengungkan. Saya berharap semua sehat, dan pedagang banyak rezeki” ujar Wardhany Sutjidra.
Melalui langkah ini, diharapkan masyarakat Buleleng dapat menikmati takjil berbuka puasa dengan rasa aman, sekaligus mendorong terciptanya budaya hidup bersih dan sehat selama Ramadan dan selanjutnya.(Wis)


