Monday, March 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

‎Koster Kukuhkan Ribuan Pengurus PDIP Buleleng hingga Tingkat Dusun

SINGARAJA, The East Indonesia – ‎Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, secara resmi mengukuhkan ribuan pengurus partai dari tingkat anak cabang, ranting hingga anak ranting periode 2025 – 2030 se-Kabupaten Buleleng di Gor Bhuwana Patra Singaraja pada Minggu (15/3). Total sebanyak 4.571 pengurus partai hingga tingkat dusun dilantik dalam kegiatan konsolidasi partai tersebut.

‎Acara pengukuhan ini turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Bali dari PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Buleleng, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng, anggota DPRD Kabupaten Buleleng Fraksi PDIP, serta para perbekel dan bendesa adat se-Kabupaten Buleleng.

‎Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna, menjelaskan bahwa pengukuhan tersebut merupakan rangkaian akhir dari proses pembentukan struktur partai yang telah dilaksanakan sejak awal tahun 2026. Menurutnya, tahapan konsolidasi dimulai dari Musyawarah Anak Cabang pada 4 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Ranting dan Anak Ranting pada 24 Januari 2026.

‎“Kami ingin melaporkan kepada seluruh undangan bahwa struktur PDIP kini telah terbentuk hingga tingkat anak ranting di setiap banjar,” ujarnya.

‎Di Kabupaten Buleleng sendiri terdapat 148 desa dan kelurahan serta sekitar 550 banjar. Seluruh wilayah tersebut kini telah memiliki struktur kepengurusan partai. Dengan terbentuknya kepengurusan hingga tingkat banjar, koordinasi partai di tengah masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih baik.

‎“ Dengan terbentuknya kepengurusan ini, kita yakin PDI Perjuangan Buleleng akan tetap solid dan berpihak ke masyarakat,”jelas Supriatna.

‎Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, mengapresiasi soliditas kader PDIP di Bali, khususnya di Buleleng. Menurutnya, struktur partai di Buleleng dikenal solid, guyub, dan diisi kader-kader berkualitas. Ia menilai PDIP Bali menjadi daerah yang paling cepat menuntaskan konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting.

‎“Ini merupakan suatu kepercayaan partai yang harus dimaknai dengan sungguh-sungguh. Kader harus bangga menjadi pengurus dan pemimpin partai, sehingga bisa memberikan manfaat bagi bangsa,” tegas Koster.

‎Koster juga mengungkapkan kebanggaannya karena pengurus hingga tingkat bawah di Buleleng dikukuhkan langsung oleh Ketua DPD. Ia meminta para kader untuk bekerja aktif di wilayah masing-masing dan terus berada di tengah masyarakat.

‎“Kader partai harus selalu hadir di tengah masyarakat, menjadi penyalur aspirasi rakyat serta menjadi motor penggerak dalam menjalankan agenda pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

‎Secara struktur, PDI Perjuangan  telah memiliki organisasi yang lengkap hingga tingkat dusun di seluruh Bali. Khusus di Buleleng, jumlah struktur partai dari DPC, PAC, ranting hingga anak ranting mencapai 4.571 orang.

‎Meski optimistis menghadapi agenda politik ke depan termasuk Pemilu 2029, Koster menegaskan bahwa kader partai tidak hanya fokus pada pemilu semata. Menurutnya, kader PDIP harus memahami AD/ART partai, menjalankan ideologi partai, melakukan kaderisasi dan pendidikan politik, menjaga etika politik, serta memperkuat keberpihakan kepada masyarakat kecil atau wong cilik.

‎“Kader PDIP harus naik kelas dan mampu menunjukkan profesionalisme dalam membangun daerahnya,” kata Koster.

‎Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan perjalanan sejarah partai yang merupakan transformasi dari beberapa partai yang bergabung pada 10 Januari 1973, yakni PNI, Murba, IPKI, Parkindo, dan Partai Katolik, yang kemudian menjadi PDI. Melalui kongres partai, nama tersebut kemudian berubah menjadi PDI Perjuangan dan secara resmi dideklarasikan pada 14 Februari 1999.(Wis)

Popular Articles