Rakornas Kepariwisataan Ke-1 2018 AKan Dibuka Menpar Arief Yahya

101

DENPASAR – Rapat Kooridinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan ke-1 2018 yang dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Certer ( BNDCC) IDC Nusa Dua Bali rencananya akan dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata RI Arif Yahya. Rakornas Kepariwisataan ke-1 2018 ini akan berlangsung selama dua hari yaitu 22-23 Maret 2018.

Adapun agenda kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan dalam Rakornas ke-1 Kepariwisataan tahun 2018 ini yakni membahas Digital Tourism, Nomadic Tourism Amenitas, Nomadic Tourism Akses, dan yang terakhir yaitu Nomadic Tourism Atraksi. Sebagai acara pemungkas dari rangkaian Rakonas ke-1 Kepariwisataan 2018 ini ialah Pembacaan Rumusan Rakornas IV sekaligus acara penutapan oleh Menteri Pariwisata RI Arif Yahya.

Baca juga :  Luar Biasa..800 Orang Kunjungi Stand Pameran Kodim Atam Di Hari Kedua HUT Aceh Tamiang Ke-17

Untuk diketahui, belum lama ini juga Kementerian Pariwisata telah mendeklarasikan tahun 2018 sebagai tahun kunjungan wisman dengan tagline “Visit Wonderful Indonesia 2018 (Viwi 2017).”

Hal tersebut dideklarasikan Kemenpar di hadapan ratusan organisasi penunjang pariwisata seperti organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Agensi Tour and Travel Agent Indonesia (Asita) dan puluhan organisasi pariwisata lainnya dalam Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) Pariwisata Periode IV di Casablanca Hall Jakarta Selasa (12/12/2018).

Kemenpar juga telah menetapkan 10 destinasi wisata menjadi program prioritas yang akan dijadikan tempat wisata unggulan untuk mendatangkan target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019. Kementerian Pariwisata berkomitmen akan menyulap 10 destinasi wisata tersebut menjadi ‘Bali Baru’.

Baca juga :  Launching Album Pertama, D'Story Angkat Tema Cinta dan Budaya Bali

Sepuluh destinasi yang merupakan wisata prioritas diantaranya Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

Laporan: Remigius Nahal

Facebook Comments