Friday, June 5, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

425 Penari Meriahkan Pembukaan Fesona Seririt 2026, Bupati Sutjidra Tekankan Pelestarian Budaya

SINGARAJA, The East Indonesia – Sebanyak 425 penari turut memeriahkan pembukaan Perayaan Budaya, Seni, dan Ornamen khas Kecamatan Seririt (Fesona Seririt) 2026 yang secara resmi dibuka oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, di Lapangan Umum Seririt, Rabu (3/6).

Mengusung tema “Abhinaya Kumala”, yang memiliki arti ekspresi Keindahan, pembukaan festival menyuguhkan tarian kolosal yang memukau ribuan masyarakat yang hadir.

Penampilan ratusan penari tersebut menjadi simbol semangat kebersamaan masyarakat Seririt dalam menjaga dan melestarikan seni budaya lokal. Selain pertunjukan tari kolosal, Fesona Seririt juga di ramaikan pameran ornamen khas daerah, hingga pertunjukan seni tradisional yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Bupati Sutjidra menyampaikan Fesona Seririt memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

“Penampilan 425 penari hari ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk melestarikan budaya masih sangat kuat. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, karena budaya adalah identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Sutjidra.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah berbasis kearifan lokal. Selain menjaga tradisi, festival budaya juga dinilai mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.

“Fesona Seririt bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan potensi daerah, memperkuat persatuan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan sektor pariwisata,” tambahnya.

Mengakhiri sambutan Bupati Asal Desa Bontihing ini mengajak generasi muda untuk terus mencintai dan menjaga budaya lokal agar tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman.

“Kalau bukan kita yang menjaga budaya daerah, lalu siapa lagi. Melalui festival ini kami berharap generasi muda semakin bangga terhadap budaya lokalnya sendiri,” ungkap Bupati Sutjidra.(Wis)

Popular Articles