Tim FPS Wanita Indonesia, Female Fighters

452

Video game semakin berkembang dari masa ke masa. Tidak hanya dari segi gameplay dan grafis saja, namun penikmatnya juga semakin beragam. Stigma yang tercipta di masyarakat bahwa video game hanya diperuntukkan untuk laki-laki sudah tidak berlaku lagi saat ini.

Setelah NXA Ladies yang sempat Tech in Asia bahas, tahukah kamu bahwa ada satu lagi tim gaming profesional yang seluruh anggotanya adalah perempuan? Mereka aktif ikut serta dalam berbagai ajang kompetisi gamebergenre FPS. Tim yang saya maksud adalah Female Fighters.

Berawal dari Iseng-Iseng

Team Female Fighters adalah tim gaming profesional yang dibentuk oleh Ridha “Audrey FF” Audrey dan kawan-kawannya pada tahun 2010. Audrey FF pertama kali mengenal game pada tahun 2005. Tidak main-main, game pertama yang ia coba pada saat itu adalah Counter-Strike 1.6 dan sejak saat itulah ia jatuh cinta kepada game bergenre FPS.

Dari rasa cintanya itu, Audrey FF mengajak teman-teman wanitanya membentuk sebuah tim yang mereka beri nama Female Fighters. Berawal dari iseng-iseng, aktivitas mereka bermain game di bawah nama Female Fighters ini kemudian menjadi sesuatu yang serius setelah ketagihan dengan serunya video game kompetitif.

Namun seiring berjalannya waktu, personel asli Female Fighters memutuskan untuk vakum karena kesibukan masing-masing di luar gaming. Akhirnya, Female Fighters pun hanya tinggal Audrey FF seorang diri.

Karena passion yang tinggi terhadap game, Audrey FF masih kukuh untuk terus membesarkan Female Fighters. Ia kemudian merekrut anggota-anggota baru hingga akhirnya terbentuklah tim teranyar Female Fighters yang beranggotakan tujuh orang termasuk dirinya sebagai manajer.

  • Gabriella “Jenova FF” Kashara (leader) – semua divisi
  • Zulfa “Shiny FF” Badjeber – Point Blank dan CS:GO
  • Amelia “Cosmic FF” Desiyani – Point Blank dan Black Squad
  • Maria “Cyrus FF” Rasandy – semua divisi
  • Rhara “Naura FF” Mutiara – Black Squad
  • Nabila “Nabbsky FF” Sulthana – CS:GO dan Black Squad
  • Ridha “Audrey FF” Audrey (manajer) – mengisi kekosongan untuk CS:GOdan Black Squad

Sewaktu masih dengan formasi awal, Female Fighters hanya menekuni disiplin game Counter Strike Online saja. Kemudian seiring dengan bertambahnya jumlah game kompetitif dan beberapa kali reformasi tim, Female Fighters pun menggeluti cabang game baru seperti Final Bullethingga akhirnya memiliki divisi Point BlankCS:GO, dan Blacksquad.

Female Fighters menghabiskan kesehariannya dengan berlatih di base camp. Audrey FF menyulap rumahnya menjadi sebuah base camp sehingga seluruh anggota Female Fighters dapat menggunakannya untuk berlatih lima sampai enam jam sehari. Biasanya sepulang berlatih dari base camp, masing-masing anggota masih tetap melanjutkan latihan di rumah masing-masing dan bertemu secara online.

”Pernah ada kejadian lucu sewaktu aku lagi latihan sendirian di base camp. Waktu itu ada tikus berkeliaran dan karena tidak ada laki-laki yang hadir, terjadilah perang dunia ketiga hahaha. Game yang aku mainkan jadi terbengkalai karena kalang kabut mengusir tikus,” Tutur Audrey FF.

Baca juga :  Pupus Kejenuhan, Taruna AAL Gelar Lomba Band Internal Antar Batalion

Monetisasi untuk Terus Berkarya

Supaya mampu untuk terus berkiprah di dunia gaming profesional, Female Fighters memiliki beberapa cara untuk melakukan monetisasi. Selain mendapatkan uang dari hadiah kompetisi, Female Fighters juga memiliki beberapa sponsor yang mendukung perjalanan mereka.

Logitech G menjadi salah satu sponsor Female Fighters dengan memberikan peripheral gaming seperti keyboardmouse, dan headphone untuk keperluan berlatih ataupun bertanding.

Baru-baru ini Female Fighters juga telah menjalin kerja sama sponsor bersama dengan UniPin yang menyediakan voucer game untuk mereka.

Mungkin kamu bertanya, apakah seluruh cara monetisasi yang dilakukan Female Fighters ini cukup untuk membuat mereka bertahan? Jawabannya iya. Kecuali Audrey FF yang merupakan seorang penata rias di waktu senggangnya, enam personil Female Fighters lainnya merupakan gamerpenuh waktu.

Baca juga :  Film Bumblebee : The Movie Akan Segera di Rilis

“Sebagian di Female Fighters yaitu aku, Naura FF, Cyrus FF, dan Cosmic FF melakukan live streaming juga kok di CliponYu. Pendapatan yang diperoleh dari situ bisa menjadi tambahan di luar penghasilan kami dalam bermain game,” ungkap Audrey FF

Pandangan Female Fighters Terhadap Layar E-sport di Indonesia

Sewaktu datang ke kantor Tech in Asia untuk melakukan podcast, Audrey FF dan Naura FF menyampaikan pandangan mereka terhadap kondisi e-sport di tanah air.

Menurut Audrey, ranah e-sport di Indonesia sudah jauh lebih berkembang. Apalagi jika dibandingkan dengan masa ketika ia belum tergabung ke dalam grup Female Fighters yang ia bentuk.

“Dulu itu susah banget cari sponsor. Sampai setengah mati pun belum ada perusahaan yang mau jadi sponsor. Hadiah turnamen pun waktu itu masih kecil banget. Sekarang udah beda.”

Meskipun ekosistem e-sport sudah menjadi lebih baik, namun Audrey FF berpendapat bahwa perkembangannya di Indonesia masih tergolong lambat. Menurutnya, sampai saat ini belum ada pergerakan yang cukup besar dari IESPA. Padahal, apabila IESPA bekerja bersama-sama dengan komunitas, ia yakin e-sport di Indonesia akan berkembang lebih cepat.

“IESPA sendiri kurang merangkul atau melibatkan komunitas-komunitas gamer yang ada. Padahal, e-sport itu sendiri berkembang karena para komunitas gamer tersebut.”

Apabila e-sport di Indonesia sudah cukup berkembang, Audrey FF, mewakili Female Fighters, yakin bahwa game tidak akan lagi dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Setiap gamer nantinya dapat membuktikan kepada orang tuanya bahwa bermain game pun dapat menghasilkan sesuatu dan menghidupi diri mereka.

Baca juga :  Satgas OBS 20 Suguhkan Tarian Nusantara Kepada Pejabat Forkopimda Sorong

Kalau kamu setuju dengan pendapat Audrey FF, tidak ada salahnya bagi kamu untuk mencoba menggeluti ranah gaming profesional seperti Female Fighters apabila memang di situlah passion kamu. Melalui Tech in Asia, Naura FF menyampaikan pesan bagi kamu yang ingin mengikuti jejak Female Fighters.

“Bagi yang perempuan, jangan berkecil hati kalau kamu kalah sama laki-laki. Belajar terus aja, pasti bisa kok kalau terus-terusan berlatih. Dulu, aku juga engga terlalu bisa nembak tapi sekarang udah lumayan banget aim-nya.”(*)

(technasia)

Facebook Comments