Konser Salam 2 Jari Dipadati Warga, Mantra-Kerta Yakin Kemenangan Terwujud

31
Pemandangan udara yang memperlihatkan puluhan ribu warga memadati Konser Bali Salam 2 Jari di Lapangan Lumintang Denpasar, Minggu (17/6) malam (dok. theeast.co.id)

DENPASAR, theeast.co.id –  Lapangan Niti Praja Lumintang Denpasar tak mampu menampung puluhan ribu warga yang menghadiri Konser Bali Salam 2 Jari, Minggu (17/6) malam. Banyak dari mereka yang rela berdesakan atau memilih menyaksikan konser dari Taman Kota Denpasar atau di pinggir jalan dekat lapangan.

Konser Bali Salam 2 Jari yang digelar Komunitas Taksu Seni Bali di Denpasar sejak siang hari itu notabene konser pamungkas dari konser yang sebelumnya digelar di Gianyar, Buleleng, Jembrana, Tabanan, Klungkung dan Karangasem. Pada setiap konser, ribuan warga hadir. Bahkan, untuk konser di Denpasar, penonton sampai puluhan ribu orang.

Sederet artis papan atas dan band lokal tampil dalam konser di Lumintang. Di antaranyaJoni Agung & Double T, Bintang Feat Lebri Partami, Kis, Ocha Taksu, The Rocknest, The Crazy Horse, The Small Axe, dan Rajes n Band & Rah Tut XXX. Sejumlah atraksi kesenian Bali juga mengisi rangkaian konser yakni kendang mebarung Lanus,serta lawak Cedil dan Petruk

Salah satu yang spesial dari konser kali ini adalah penampilan musisi nasional asal Bali, Dewa Budjana. Gitaris band Gigi tersebut rela datang dari Jakarta untuk memberikan dukungan kepada Rai Mantra di Pilgub Bali. Dewa Budjana menghipnotis penonton yang  hadir melalui penampilannya bersama Ocha  dan Crazy Horse. Dalam kesempatan ini Dewa Budjana secara khusus menyampaikan dua aspirasi kepada Rai Mantra yang juga tampil di panggung.

Baca juga :  Bantuan Rp500 Juta untuk Desa Pakraman Selaras Nawacita Jokowi

Pertama, jika nanti pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) terpilih agar memperhatikan nasib seniman. Sebagai seniman Dewa Budjana mengaku miris melihat Bali belum mempunyai concert hall (gedung konser) khusus tempat manggung bagi para seniman atau musisi di Bali. “Selama ini musisi di Bali selalu manggung di tempat olahraga seperti di Lapangan Lumintang ini. Jadi kami harapkan Pak Rai Mantra bisa membangun concert hall,” tegas Dewa Budjana.

Kedua, Dewa Budjana menyampaikan harapan agar gubernur yang terpilih memahami Bali. Baik adat, budaya dan kondisi sosial Bali. Karena itu figur yang cocok yang memimpin Bali haruslah yang sudah lama tinggal di Bali dan selalu bersentuhan dengan masalah di Bali. “Tentu saya berharap yang nanti terpilih adalah pemimpin yang tinggal di Bali dan peduli dengan adat dan budaya,” kata Dewa Budjana.

Mendengar aspirasi Dewa Budjana tersebut, Rai Mantra langsung mengapresiasi dan merespon positif. Menurutnya, Bali memang membutuhkan concert hall khusus dalam bangunan atau gedung tertutup. “Untuk tempat konser yang terbuka bisa di Art Center. Tapi kalau tertutup (gedung konser-red.)  kita pikirkan dan memang perlu dibangun,” ujar Rai Mantra.

Rai Mantra juga mengapresiasi kejadiran  Dewa Budjana. Apalagi rela datang dari Jakarta. Bagi Rai Mantra seniman selalu ada di hatinya. Seniman selalu bergerak dan bicara dengan hati. Tanpa paksaan, penuh kegembiraan. “Saya kenal dan cinta dengan seniman di Bali, mereka bergerak dengan hati. Saya berharap terap menjaga kreativitas. Saya juga berharap saya juga ada di hati mereka,” kata Rai Mantra.

Baca juga :  Hari Guru Nasional Tahun 2020 “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar”

Selain itu, Rai Mantra juga mengajak anak-anak muda bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Bali, 27 Juni mendatang. “Sepuluh hari lagi kita mencoblos. Mari kita semua ke TPS. Kita coblos nomor 2,” ajak Rai Mantra. Dia menambahkan, anak muda harus bisa menentukan sikapnya sesuai suara hati nurani, dan jangan sampai mudah terombang – ambing karena adanya provokasi. 

”Anak muda harus tentukan sikap. Jangan terombang – ambing. Jangan terprovokasi. Mari pertahankan harkat dan martabat kita. Ingat, anak muda paling intelektual, paling tahu. Anak muda tidak bisa ditekan. Salam 2 Jari,” pungkas Rai Mantra.

Rai Mantra juga menegaskan komitmen Mantra-Kerta yang pro-artis seniman lokal.
Dalam program unggulan Nawacandra, menurutnya, ada program pembangunan taman budaya dan art center di seluruh kabupaten. “Itu dimaksudkan untuk memperluas ruang ekspresi bagi para seniman lokal dari berbagai aliran seni,” tegas Rai Mantra seraya menambahkan, nantinya akan ada event berkala yang dirancang sedemikian rupa dengan sistem digital yang terintegrasi agar produk seniman Bali tersebar ke berbagai negara dan terkawal dengan baik terutama dari segi perlindungan hak ciptanya.

Rai Mantra mengajak seniman lokal menjadi duta budaya melalui karya mereka.. “Sehingga, sebagai masyarakat dunia kita tidak hanya mengkonsumsi produk budaya mereka, melainkan menawarkan nilai-nilai lokal Bali kepada masyarakat dunia,” tandasnya.
“Muara dari semua itu, adalah meningkatkan kesejahteraan semua pegiat seni dan kreativitas,” tegas Rai Mantra yang merasa terharu dan kagum melihat antusiasme seniman dan massa pada setiap Konser Salam 2 Jari, “ emlihat kehadiran wrga yang terus membludak, Mantra-Kerta semakin yakin bahwa kemenangan 6,4% atas calon lain akan benar-benar terwujud. Bahkan lebih,’ tandasnya. (AD)

Facebook Comments