Buleleng,Theeast.co.id, – Lagi dan lagi, Putu Wisnu Jaya Wardana seorang siswa SMP N 4 Singaraja kembali meraih prestasi di tingkat nasional. Setelah berhasil menyabet medali perak pada Kompetisi Matematika Nalaria Realistik tingkat Nasional di Jakarta, kini Wisnu kembali pulang dengan raihan medali emas pada Olimpiade Matematika yang diselenggarakan Universitas Islam Malang. Siswa bermata sipit ini berkompetisi bersama dengan 75 peserta Olimpiade Matematika SMP seluruh Indonesia. Putra pertama dari pasangan I Nengah Sutarjana dan Kadek Marianti ini mengaku sangat menyukai matematika. Setiap harinya selalu mencoba untuk memecahkan soal-soal yang belum pernah ia kerjakan sebagai ajang latihan dan juga untuk mengisi waktu luang.
Saat ditemui di sekolahnya, Rabu (12/9), siswa kelahiran 14 Juni 2003 ini mengaku tidak ada tips khusus untuk bisa meraih juara. Pada intinya belajar yang tekun adalah kunci sukses untuk berprestasi. “Seperti biasa latihan soal-soal. Coba kerjakan yang belum pernah dikerjakan. Pokoknya belajar saja, tapi jangan memaksakan diri,” ungkapnya.
Guru Pembina Made Wiweka pun mengaku sempat mengalami kendala saat melatih soal-soal kepada Wisnu. Salah satunya adalah kendala dalam berbahasa Inggris, sebab soal latihan yang dikerjakan diambil dari soal-soal SMP dan SMP dari luar negeri. Pun demikian tim tidak mudah menyerah. “Ada satu kendala bagi kami dalam mengerjakan soal berbahasa Inggris. Karena kami latih dia (Wisnu-red) dengan soal-soal dari luar juga seperti Amerika, Kanada, Afrika Selatan dan yang lainnya juga,” tuturnya.
Juara bukanlah menjadi sebuah patokan untuk sekedar meraih prestasi. Akan tetapi bagaimana upaya untuk berusaha melakukan yang terbaik dalam berkompetisi. Seperti diungkapkan Wisnu saat diwawancarai Rabu (12/09). “Juara belakangan, yang penting berusaha dulu. Kalau memang dapat juara, anggap itu bonus,” katanya lagi.
Siswa yang bercita-cita menjadi dokter dan memiliki hobi bermain bulutangkis ini pun sudah sering mengikuti lomba-lomba dari tingkat Kabupaten hingga Nasional. Tak terhitung berapa prestasi yang sudah ia persembakan untuk sekolahnya. Sampai-sampai wajah dan nama Wisnu Jaya Wardana pun sudah tak asing lagi bagi sekolah-sekolah lainnya di Bali yang menjadi kompetitornya dalam berlomba. Meskipun putra dari seorang petani, siswa berprestasi asal Dusun Insakan Desa Pedawa ini tidak berkecil hati. Menurutnya belajar adalah salah satu kewajiban yang harus ia lakukan sebagai pelajar dan sebagai wujud rasa terima kasih kepada keluarga.
Sementara itu Kepala SMP N 4 Singaraja Putu Budiastana mengatakan, berbagai lomba yang diikuti oleh siswanya baik akademik maupun non akademik bukan semata-mata untuk meraih prestasi saja. Namun sebagai salah satu upaya sekolah untuk menggali potensi siswa dari bidang yang mereka minati dan tekuni. “Jadi biarkan saja mereka bereksplorasi. Lomba-lomba itu bukan hanya mengejar medali, peringkat lalu setelahnya udah gitu aja. Tidak! Itu menjadi ajang untuk menggali potensi siswa sesuai bakat dan minat mereka,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya Rabu (12/09). (Nay)


