Atambua, Theeast.co.id – Guna mendorong terciptanya target layanan universal akses air dan sanitasi pada tahun 2030 berdasarkan target Sustainable Developnent Goals(SDG’s) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Yayasan Plan International Indonesia(YPII) melakukan roadshow Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kabupaten Belu, Selasa (11/12/2018). Kegiatan roadshow STBM merupakan tahap awal kick-off project yang akan dilaksanakan di kabupaten Belu dan Malaka hingga tahun 2022 mendatang.
Winner Provincial Coordinator Nusa Tenggara Timur, Robert Rio Putra kepada awak media ini menyampaikan bahwa di Atambua, pelaksanaan program STBM merupakan dukungan kerja sama dari pemerintah Belanda bersama konsorsium WASH-SDG’s. Dengan mengacu pada Permenkes No 3 tahun 2014, untuk konteks Plan Indonesia, program WASH SDG’s akan diimplementasikan melalui WINNER Project atau Womej and Disability Inclusive Wash and Nutrition Project, dimana akan ada kegiatan STBM dan nutrisi melalui pendekatan parenting dengan melibatkan ECCD center. Melalui program Winner, Plan fokus pada lima pilar sanitasi yakni Stop Buang Air Bersar Sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum dan makanan yang aman, pengolahan sampah rumah tangga serta pengolahan limbah cair rumah tangga.
Robert juga menjelaskan, kegiatan STBM yang akan dilakukan di kabupaten Belu dan Malaka berlandaskan semangat kerja sama lintas sektor kedua pemerintah daerah dan Yayasan Plan International Indonesia beserta mitra pelaksana Yayasan Pijar Timur Indonesia. “Roadshow STBM yang dilakukan meruoakan strategi konsolidasi agar tercipta kekuatan serta sumberdaya dan untuk memperkuat pemahaman semua stakeholder di tingkat kabupaten dan kecamatan bahkan hingga tingkat desa tentang kegiatan STBM serta mekanisme pelaksanaan program yang akan dilaksanakan di dua kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste”, ungkapnya.
Selain utk menyamakan tekat dan pemahaman, dalam kegiatan roadshow STBM ini juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan Plan International Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Belu. Dalam kegiatan roadshow yang dilakukan di gedung Betelalenok dilalukan juga pembahasan rencana kegiatan yang akan mulai dilaksanakan per 1 Januari 2019. “melalui program yang akan dilaksanakan selama empat tahun ini dapat tercipta peningkatan penyediaan akses sanitasi, penciptaan lingkungan yang kondusif serta peningkatan kebutuhan sanitasi di kabupaten Belu dan Malaka”, ujar Rio Putra. (Ronny)


