Friday, June 19, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Gunung Agung Kembali Meletus

Denpasar,Theeast.co.id – Gunung Agung kembali meletus pada Jumat (22/2) sekitar pukul 16:31 Wita. Laporan yang diterima dari Pos Pemantau Gunung Api di Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem menyebutkan, tinggi kolom abu teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak atau 3.842 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 6 menit 20 detik.

Informasi meletusnya Gunung Agung membuat para relawan dari Pasebaya Gunung. Agung dari 28 desa yang ada di lelerng Gunung Agung bersiaga penuh. Para relawan saling berkoordinasi setelah menerima informasi dari pos pantau bahwa telah terjadi letusan sehingga seluruh sarana dipersiapkan dengan matang. “Kita sudah mendapatkan informasi bahwa Gunung Agung kembali mengeluarkan asap tebal dan tinggi. Kita tetap berkoordinasi dan waspada. Skenario yang sudah disepakati tetap diberlakukan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Wayan Suara Arsana dari Relawan Pasebaya Gunung Agung.

Kepala Pelaksana BPBD Bali Made Rentin saat dikonfirmasi membenarkan terjadi letusan kecil Gunung Agung. Pihaknya tetap melakukan monitor dengan pos pantau dari PVMBG. “Laporan sudah kita terima. Koordinasi harus terus berjalan. Kami minta warga agar tetap tenang namun waspada. Ikutilah arahan petugas di lapangan. Jangan menyebarkan informasi yang tidak benar,” ujarnya.

Hingga saat ini status Gunung Agung tetap berada di level III atau siaga. Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru. Sementara untuk masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.(Axelle Dae)

Popular Articles